Marapekkan Nan Taranggang, HIMA Ilmu Sejarah FIB Unand Siapkan Mahasiswa Baru melalui MENARA 2026

Gambar 1. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. bersama Manajer I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. menghadiri acara pembukaan dan pembekalan MENARA 2026
Himpunan Mahasiswa (HIMA) Departemen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas menyelenggarakan kegiatan Pembukaan dan Pembekalan MENARA 2026 sebagai bagian dari upaya pembinaan serta pengenalan mahasiswa baru di lingkungan Departemen Ilmu Sejarah.
MENARA merupakan singkatan dari Marapekkan Nan Taranggang, yang memiliki makna mempererat hubungan yang terpisah. Filosofi ini menjadi dasar pelaksanaan kegiatan sebagai sarana untuk membangun k ebersamaan, memperkuat solidaritas, serta menjalin hubungan yang harmonis antar mahasiswa, khususnya mahasiswa baru dengan lingkungan akademik di Ilmu Sejarah.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 4 April 2026, bertempat di Ruang Seminar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, mulai pukul 07.00 hingga 12.30 WIB. Kegiatan ini menjadi pembuka dari rangkaian program MENARA 2026 yang dirancang oleh HIMA Ilmu Sejarah.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh pimpinan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan kemahasiswaan yang berorientasi pada pengembangan karakter, akademik, serta penguatan nilai-nilai kebersamaan di lingkungan kampus.
Ketua Pelaksana MENARA 2026, Ahmad Musthafa Syarif, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan. “Kegiatan MENARA ini diharapkan dapat menjadi wadah pembekalan awal bagi mahasiswa baru untuk lebih mengenal lingkungan akademik, memahami dinamika perkuliahan, serta membangun kebersamaan di lingkungan Departemen Ilmu Sejarah,” ujar Ahmad Musthafa Syarif.
Senada dengan hal tersebut, Ketua HIMA Ilmu Sejarah, Viona Sandra, menekankan bahwa MENARA tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memiliki nilai pembinaan yang berkelanjutan. “Melalui MENARA, kami ingin menciptakan ruang yang nyaman bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap Departemen Ilmu Sejarah,” ungkap Viona.
Kegiatan pembekalan ini diisi dengan berbagai materi yang berkaitan dengan pengenalan lingkungan akademik, sistem perkuliahan, serta nilai-nilai yang dijunjung di Departemen Ilmu Sejarah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang interaksi awal antara mahasiswa baru dengan mahasiswa senior, sehingga tercipta hubungan yang lebih dekat dan harmonis.
Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. beserta jajaran pimpinan turut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ini sebagai bagian dari pembinaan kemahasiswaan. “Kegiatan seperti MENARA ini memiliki peran strategis dalam membentuk karakter mahasiswa, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam membangun nilai kebersamaan dan tanggung jawab,” ungkap Dekan FIB Unand.
Partisipasi aktif mahasiswa serta dukungan dari berbagai pihak menjadikan kegiatan ini berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Suasana kebersamaan yang tercipta selama kegiatan mencerminkan semangat “Marapekkan Nan Taranggang” yang menjadi filosofi utama MENARA.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa baru Departemen Ilmu Sejarah dapat lebih siap dalam menjalani proses perkuliahan, memiliki semangat kolaboratif, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan akademik di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.