Alumni Sejarah FIB Unand Serahkan Buku “Mitigasi Kultural” kepada Fakultas Ilmu Budaya

Gambar 1. Yose Hendra, alumni FIB Unand menyerahkan buku berjudul Mitigasi Kultural: Pengetahuan Lokal Kebencanaan Masyarakat Sumatra Barat
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) menerima penyerahan buku karya alumni Departemen Ilmu Sejarah, Yose Hendra, dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Ruang Sidang FIB Unand pada Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus diskusi mengenai kontribusi alumni terhadap pengembangan akademik dan dunia kerja lulusan FIB Unand.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, didampingi Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., dan Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A. Turut hadir pula sejumlah dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan FIB Unand.
Dalam kesempatan tersebut, Yose Hendra menyerahkan buku karyanya yang berjudul “Mitigasi Kultural: Pengetahuan Lokal Kebencanaan Masyarakat Sumatra Barat”. Buku tersebut membahas bagaimana masyarakat lokal di Sumatra Barat memiliki pengetahuan budaya dan kearifan lokal dalam menghadapi bencana alam, mulai dari cara membaca tanda-tanda alam hingga bentuk mitigasi berbasis tradisi dan pengalaman masyarakat.
Sebagai alumni S1 dan S2 Departemen Ilmu Sejarah FIB Unand, Yose Hendra dikenal aktif di bidang jurnalistik dan kepenulisan. Ia juga bekerja sebagai wartawan di Media Indonesia serta aktif menulis isu sosial, budaya, dan sejarah lokal.
Dalam pemaparannya, Yose Hendra menyampaikan bahwa pengetahuan lokal masyarakat sering kali menjadi bagian penting dalam mitigasi bencana, tetapi belum banyak didokumentasikan secara serius. “Masyarakat sebenarnya memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi bencana. Pengetahuan itu hidup dalam budaya dan tradisi sehari-hari,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa buku tersebut lahir dari perhatian terhadap kondisi Sumatra Barat sebagai daerah yang memiliki potensi bencana cukup tinggi, sehingga pendekatan kebudayaan dinilai penting untuk dibahas dalam upaya mitigasi.
Selain menyerahkan buku, Yose Hendra juga berdiskusi bersama pimpinan FIB Unand mengenai peran alumni dalam pengembangan fakultas. Ia mendorong alumni FIB Unand untuk terus aktif membangun jejaring, meningkatkan kapasitas diri, dan berani mengambil peran di berbagai bidang profesi. “Alumni FIB punya kemampuan yang kuat di bidang komunikasi, analisis, dan budaya. Kemampuan itu harus terus diasah dan dibawa ke dunia kerja,” katanya.
Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Yose Hendra melalui karya tulis dan keterlibatannya dalam dunia profesional. “Kehadiran alumni yang terus berkarya menjadi motivasi bagi mahasiswa dan civitas academica FIB Unand,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. Ia juga berharap budaya menulis, riset, dan dokumentasi sejarah serta budaya lokal terus berkembang di lingkungan FIB Unand.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh diskusi mengenai pengembangan literasi, peluang kerja lulusan humaniora, hingga pentingnya kontribusi alumni dalam mendukung kemajuan fakultas.
Melalui kegiatan ini, FIB Unand menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat hubungan dengan alumni sekaligus mendukung lahirnya karya-karya akademik yang relevan dengan isu sosial, budaya, dan kemasyarakatan.