Mahasiswa Sastra Inggris FIB Unand Raih Terbaik II Duta Bahasa Sumatra Barat 2026

Gambar 1. Dwito Devid Riandoni, Mahasiswa Sastra Inggris FIB Unand raih terbaik II Duta Bahasa Sumatra Barat 2026

Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Dwito Devid Riandoni, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris angkatan 2023, berhasil meraih predikat Terbaik II Duta Bahasa Sumatra Barat 2026 dalam ajang Pemilihan Duta Bahasa Sumatra Barat yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Sumatra Barat.

Pemilihan Duta Bahasa Sumatra Barat merupakan ajang yang bertujuan melahirkan generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing. Para peserta dipersiapkan untuk menjadi agen perubahan yang mampu menyampaikan pesan kebahasaan dan kebudayaan kepada masyarakat secara luas.

Proses seleksi berlangsung ketat. Seluruh finalis mengikuti karantina selama enam hari, mulai 10 hingga 15 Mei 2026. Dalam periode tersebut, peserta menjalani berbagai tahapan pembinaan dan penilaian, seperti psikotes, pelatihan kebahasaan, penulisan artikel, presentasi program krida, wawancara, wicara publik, malam talenta, hingga penilaian kemampuan bahasa asing.

Dwito Devid Riandoni mengaku bahwa pengalaman selama karantina memberinya banyak pelajaran baru, terutama tentang pentingnya komunikasi, kerja sama, dan kemampuan menyampaikan gagasan kepada masyarakat. “Yang paling berkesan bukan hanya kompetisinya, tetapi kesempatan untuk bertemu banyak anak muda yang memiliki kepedulian yang sama terhadap bahasa dan budaya,” ujarnya.

Dalam kompetisi tersebut, Dwito mengusung program krida berjudul “Forum Kreta Tanggap Aksara”. Program ini dirancang sebagai ruang edukasi dan penguatan literasi yang mendorong masyarakat, khususnya pelajar dan generasi muda, untuk lebih peduli terhadap kemampuan membaca, menulis, dan memahami informasi secara kritis.

Menurut Dwito, kemampuan literasi menjadi salah satu kebutuhan penting di era digital. Arus informasi yang sangat cepat harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam memahami dan menyaring informasi secara bijak. “Literasi bukan hanya soal membaca buku. Literasi adalah kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, dan menggunakan bahasa secara tepat dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Sebagai mahasiswa Sastra Inggris, Dwito melihat bahwa penguasaan bahasa asing harus berjalan beriringan dengan kecintaan terhadap bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Baginya, ketiga unsur tersebut bukanlah sesuatu yang saling bersaing, melainkan saling melengkapi.

Prestasi yang diraih Dwito menjadi bukti bahwa mahasiswa FIB Unand mampu menunjukkan kompetensi yang unggul dalam bidang kebahasaan sekaligus memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.

Ia berharap program yang telah dirancang dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat setelah ajang Duta Bahasa berakhir. “Prestasi ini bukan hanya tentang saya. Ini tentang bagaimana kita bersama-sama menjaga bahasa, meningkatkan literasi, dan memastikan generasi muda tetap memiliki ruang untuk belajar dan berkembang,” tuturnya. Keberhasilan Dwito Devid Riandoni meraih predikat Terbaik II Duta Bahasa Sumatra Barat 2026 menambah daftar prestasi mahasiswa FIB Unand di tingkat provinsi sekaligus memperkuat posisi FIB Unand sebagai pusat pengembangan bahasa, sastra, dan budaya di Sumatra Barat.

“Keberhasilan Dwito Devid Riandoni menjadi bukti bahwa kemampuan berbahasa, literasi, dan kepedulian terhadap budaya merupakan kompetensi penting yang perlu terus dikembangkan oleh generasi muda. FIB Unand akan selalu mendukung mahasiswa untuk tumbuh menjadi pribadi yang unggul, kreatif, dan berdaya saing,” Ujar  Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. 

Gambar 2. Dwito Devid Riandoni, Mahasiswa Sastra Inggris FIB Unand dalam acara malam penganugerahan Duta Bahasa Sumatera Barat 2026