Dua Dosen FIB Unand Resmi Dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Andalas

Gambar 1. Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. dan Prof. Dr. Silvia Rosa, M.Hum. resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas
Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas kembali menorehkan capaian akademik yang membanggakan. Dua dosen terbaiknya, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Pragmatik dan Prof. Dr. Silvia Rosa, M.Hum. sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Susastra, resmi dikukuhkan dalam Rapat Terbuka Senat Akademik Universitas Andalas yang berlangsung di Convention Hall Universitas Andalas, Kampus Limau Manis, Padang, pada Sabtu, 27 Juni 2026. Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM., Akt., serta dihadiri Ketua Senat Akademik, Ketua Majelis Wali Amanat, jajaran pimpinan universitas, dekan, guru besar, civias ademica, keluarga, dan tamu undangan.
Dalam upacara tersebut, Universitas Andalas mengukuhkan sejumlah guru besar dari berbagai fakultas. Di antara para akademisi yang dikukuhkan, perhatian civias ademica Fakultas Ilmu Budaya tertuju pada pengukuhan Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. dan Prof. Dr. Silvia Rosa, M.Hum. Kehadiran dua guru besar baru ini menjadi pencapaian penting yang semakin memperkuat posisi FIB Universitas Andalas sebagai salah satu pusat pengembangan ilmu humaniora di Indonesia.
Guru Besar merupakan jabatan akademik tertinggi bagi seorang dosen yang diberikan kepada akademisi dengan rekam jejak keilmuan, penelitian, publikasi, pengabdian kepada masyarakat, dan kontribusi akademik yang diakui secara nasional maupun internasional. Lebih dari sekadar jabatan fungsional, Guru Besar memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan, membimbing generasi penerus, serta memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat melalui keilmuannya.
Prosesi pengukuhan diawali dengan pembukaan Rapat Terbuka Senat Akademik Universitas Andalas, dilanjutkan pembacaan surat keputusan, dan riwayat hidup para guru besar. Sebelum prosesi pengukuhan, seluruh guru besar menyampaikan orasi ilmiah sesuai bidang kepakarannya. Setelah itu, Rektor Universitas Andalas mengukuhkan para guru besar yang kemudian dilanjutkan dengan pemasangan kalung guru besar, sambutan rektor, foto bersama, dan ramah tamah.
Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul "Dari Tradisi Lisan ke Era Digital: Transformasi Kesantunan Berbahasa dalam Perspektif Pragmatik", Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. mengangkat perubahan praktik kesantunan berbahasa di tengah perkembangan teknologi digital. Melalui perspektif pragmatik, beliau menjelaskan bahwa kemajuan teknologi telah mengubah cara manusia berkomunikasi, tetapi nilai-nilai kesantunan sebagai identitas budaya tidak boleh ditinggalkan. Kesantunan berbahasa tetap menjadi fondasi penting dalam membangun komunikasi yang beretika, baik di ruang nyata maupun ruang digital.
Sementara itu, Prof. Dr. Silvia Rosa, M.Hum. menyampaikan orasi ilmiah berjudul "Susastra sebagai Penjaga Ingatan Peradaban: Memahami Manusia, Menjaga Kemanusiaan, dan Menatap Masa Depan." Dalam orasinya, beliau menegaskan bahwa karya sastra tidak hanya produk budaya, tetapi juga ruang penyimpanan nilai-nilai kemanusiaan, sejarah, dan identitas suatu bangsa. Melalui susastra, masyarakat dapat memahami perjalanan peradaban sekaligus membangun masa depan yang lebih berakar pada nilai-nilai kemanusiaan.
Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., menyampaikan rasa syukur atas bertambahnya guru besar di lingkungan FIB Universitas Andalas. "Guru Besar bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus menghasilkan ilmu yang bermanfaat, menginspirasi generasi muda, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Saya berharap capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh dosen FIB untuk terus berkarya dan mengembangkan ilmu pengetahuan."
Sementara itu, Prof. Dr. Silvia Rosa, M.Hum. menyampaikan bahwa pengukuhan sebagai Guru Besar merupakan amanah yang harus diwujudkan melalui karya dan dedikasi. "Susastra mengajarkan kita memahami manusia melalui cerita, pengalaman, dan nilai-nilai kehidupan. Sebagai Guru Besar, saya ingin terus menghadirkan ilmu yang tidak hanya berkembang di ruang akademik, tetapi juga memberi makna dan manfaat bagi masyarakat."
Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM., Akt., dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran para guru besar baru diharapkan semakin memperkuat kapasitas Universitas Andalas sebagai perguruan tinggi bereputasi internasional yang menghasilkan inovasi, pemikiran, dan solusi bagi berbagai persoalan bangsa.
Bagi Fakultas Ilmu Budaya, bertambahnya dua Guru Besar ini menjadi momentum penting dalam memperkuat budaya akademik, meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mempertegas kontribusi ilmu-ilmu humaniora dalam menjawab tantangan zaman. Kehadiran Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. dan Prof. Dr. Silvia Rosa, M.Hum. sebagai Guru Besar diharapkan semakin memperkaya khazanah keilmuan FIB Universitas Andalas serta menginspirasi lahirnya generasi akademisi yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing global.

Gambar 2. Suasana Pengukuhan Guru Besar Universitas Andalas tahun 2026