FIB Unand Perkuat Kolaborasi Nasional pada Konsorsium P4H 2026, Bahas LAMHUM hingga Internasionalisasi Humaniora

Gambar 1. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. bersama Wakil Dekan I, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D. menghadiri Konsorsium P4H di Semarang

Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat mutu pendidikan tinggi humaniora melalui keikutsertaannya pada Pertemuan Tahunan Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan dan Pengajaran Humaniora (P4H) Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 8–11 Juli 2026 di Hotel Aruss, Semarang. Pertemuan yang tahun ini dipanitiai oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (Undip) tersebut menjadi forum strategis yang mempertemukan 19 Fakultas Ilmu Budaya dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, yang diwakili oleh para dekan dan wakil dekan bidang akademik.

Sejumlah fakultas yang hadir dalam konsorsium ini di antaranya berasal dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Brawijaya, Universitas Halu Oleo, Universitas Andalas (Unand), Universitas Jambi (Unja), serta berbagai perguruan tinggi lainnya yang tergabung dalam P4H.

Selama empat hari pelaksanaan, peserta mengikuti serangkaian agenda yang mencakup rapat organisasi P4H, pembahasan kebijakan strategis pendidikan humaniora, penguatan kerja sama antaranggota, hingga penyusunan berbagai program kolaboratif di tingkat nasional. Dalam pelaksanaannya, forum dibagi menjadi dua kelompok diskusi, yakni forum dekan dan forum wakil dekan bidang akademik, sehingga pembahasan dapat berlangsung lebih fokus sesuai bidang tugas masing-masing.

Salah satu isu yang menjadi perhatian utama dalam konsorsium tahun ini adalah perkembangan Lembaga Akreditasi Mandiri Humaniora (LAMHUM). Dalam forum tersebut dibahas berbagai perkembangan mengenai lembaga yang telah lama dibentuk tersebut, namun hingga kini belum mulai menjalankan proses akreditasi. Seluruh program studi pada Fakultas Ilmu Budaya di Indonesia direncanakan akan menjalani proses akreditasi melalui LAMHUM sebagai lembaga akreditasi mandiri yang secara khusus menangani bidang humaniora.

Selain membahas akreditasi, konsorsium juga menyepakati berbagai langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi akademik antaranggota P4H. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pengembangan Credit Earning (CE), yaitu skema pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa mengambil mata kuliah di perguruan tinggi mitra dan memperoleh pengakuan kredit akademik.

Dalam pembahasan tersebut, FIB Universitas Andalas memperoleh apresiasi karena menjadi salah satu fakultas dengan jumlah mahasiswa terbanyak yang mengikuti program Credit Earning ke berbagai perguruan tinggi mitra, seperti Universitas Padjadjaran, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, dan sejumlah perguruan tinggi lainnya. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan Universitas Andalas melalui Bidang Akademik Rektorat yang memberikan pendanaan bagi mahasiswa untuk mengikuti program tersebut.

Dekan FIB Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP., mengatakan bahwa keikutsertaan FIB Unand dalam konsorsium ini merupakan bagian dari komitmen fakultas untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas jejaring kerja sama nasional. "Forum P4H menjadi ruang strategis bagi Fakultas Ilmu Budaya untuk menyatukan visi dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan tinggi humaniora. Melalui forum ini kami bersama-sama merumuskan langkah penguatan mutu akademik, mempersiapkan implementasi LAMHUM, serta memperluas berbagai program kolaboratif seperti Credit Earning dan Team Teaching. FIB Universitas Andalas akan terus mengambil peran aktif dalam setiap kebijakan yang mendorong kemajuan pendidikan humaniora di Indonesia," ujar Prof. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Program lain yang turut menjadi pembahasan ialah Team Teaching, yakni skema pembelajaran yang memungkinkan dosen mengajar mata kuliah di Fakultas Ilmu Budaya perguruan tinggi lain sebagai dosen tamu. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas pertukaran keilmuan antarperguruan tinggi, sekaligus mempererat jejaring akademik di lingkungan P4H.

Tidak hanya itu, seluruh anggota konsorsium juga menyepakati penguatan kerja sama melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) secara bersama-sama. Kesepakatan tersebut menjadi landasan pelaksanaan berbagai program kolaboratif, mulai dari mobilitas mahasiswa, pertukaran dosen, penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan kurikulum dan kegiatan akademik lainnya.

Dalam sesi pembahasan policy brief, peserta juga merumuskan sejumlah agenda strategis P4H ke depan. Di antaranya adalah penguatan Pekan Eksibisi Mahasiswa Humaniora (PEMHUM) sebagai wadah prestasi mahasiswa bidang humaniora yang diharapkan memperoleh rekognisi nasional, pembentukan International Conference of Humanity Scholars (ICoHS) sebagai konferensi internasional tahunan P4H, serta penerbitan International Journal on Humanity Sciences (IJoHS) sebagai media publikasi ilmiah bereputasi internasional bagi civitas academica bidang humaniora.

Wakil Dekan Bidang Akademik FIB Universitas Andalas yang turut mengikuti forum tersebut menambahkan bahwa berbagai program yang dirancang dalam konsorsium akan memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa maupun dosen. "Kolaborasi antar-Fakultas Ilmu Budaya tidak lagi sebatas penandatanganan kerja sama, tetapi sudah mengarah pada implementasi nyata melalui Credit Earning, Team Teaching, penelitian bersama, hingga internasionalisasi. Ini merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas lulusan dan daya saing institusi," ungkapnya.

Melalui partisipasi aktif dalam Konsorsium P4H Tahun 2026, FIB Universitas Andalas kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari penguatan pendidikan tinggi humaniora di Indonesia. Berbagai kesepakatan yang dihasilkan dalam forum ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan mutu akademik, memperluas jejaring kolaborasi nasional dan internasional, serta mempersiapkan Fakultas Ilmu Budaya menghadapi berbagai tantangan pengembangan pendidikan tinggi pada masa mendatang.

Gambar 2. Foto bersama dalam rangka Konsorsium P4H di Semarang.