FIB Unand Hadirkan Ragam Karya dan Praktik Budaya dalam Festival Literasi Sumbar 2026

Gambar 1. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, S.P. bersama Hj. Harneli Mahyeldi mengunjungi stand FIB Unand

Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas turut meramaikan Festival Literasi Sumatera Barat 2026 melalui kehadiran stan fakultas yang menampilkan beragam karya, pameran, praktik budaya, serta informasi akademik dari enam program studi. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat ini berlangsung pada 8–10 September 2026 di Stan 11 Dinas Kearsipan Provinsi Sumatera Barat, pukul 08.00–15.30 WIB.

Kehadiran FIB Unand dalam Festival Literasi Sumbar 2026 menjadi bagian dari upaya fakultas untuk memperkenalkan kekayaan keilmuan humaniora kepada masyarakat secara lebih dekat dan interaktif. Tidak hanya menghadirkan informasi mengenai program studi, stan FIB Unand juga menjadi ruang bagi pengunjung untuk melihat, mencoba, dan berinteraksi langsung dengan berbagai produk pengetahuan dan kebudayaan yang dikembangkan di lingkungan FIB.

Festival Literasi Sumbar 2026 menjadi ruang pertemuan berbagai unsur literasi, kebudayaan, pendidikan, dan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, FIB Unand hadir bersama enam program studi sarjana, yaitu Program Studi Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Sastra Jepang, Sastra Minangkabau, Ilmu Sejarah, dan Arkeologi. Keenam program studi tersebut secara bergiliran mengisi rangkaian kegiatan stan selama tiga hari.

Beragam kegiatan ditampilkan untuk memperlihatkan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami bahasa, sastra, sejarah, kebudayaan, artefak, serta berbagai bentuk ekspresi budaya.

Dari Sastra hingga Arkeologi, Pengunjung Diajak Berinteraksi

Program Studi Sastra Minangkabau menghadirkan pameran foto Sastra Minangkabau serta praktik menulis Arab Melayu. Kegiatan tersebut memperkenalkan salah satu bentuk warisan literasi dan tradisi tulis yang berkembang dalam perjalanan kebudayaan Minangkabau.

Sementara itu, Program Studi Sastra Jepang menghadirkan sejumlah kegiatan yang memungkinkan pengunjung berinteraksi langsung dengan budaya Jepang, antara lain praktik menulis kanji di totebag, praktik memakai yukata, dan praktik origami.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan bahasa dan budaya Jepang secara lebih dekat. Pengunjung tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga dapat mencoba secara langsung aktivitas yang berkaitan dengan bahasa dan budaya Jepang.

Program Studi Ilmu Sejarah membawa pengunjung menelusuri perjalanan sejarah Kota Padang melalui pameran foto dan arsip sejarah perjalanan Kota Padang, pameran foto kegiatan program studi dan mahasiswa, serta pemutaran video/film sejarah perjalanan Kota Padang.

Kehadiran materi sejarah tersebut memperlihatkan bagaimana arsip, foto, film, dan dokumentasi dapat menjadi medium untuk membaca perubahan sebuah kota sekaligus memahami perjalanan masyarakat dan kebudayaannya.

Sementara itu, Program Studi Arkeologi menghadirkan pengalaman literasi yang berkaitan dengan peninggalan dan material budaya melalui pameran koleksi mata uang, pecahan keramik, dan gerabah kuno, serta praktik menulis aksara Sumatera Kuno.

Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal arkeologi tidak hanya sebagai ilmu yang mempelajari masa lalu, tetapi juga sebagai bidang yang berhubungan dengan pengetahuan, pelestarian, dokumentasi, dan pemaknaan terhadap warisan budaya.

Program Studi Sastra Indonesia turut memperkenalkan kekayaan kesusastraan melalui pameran buku dan karya sastra, pameran foto kegiatan program studi dan himpunan mahasiswa, serta berbagai informasi mengenai program studi.

Adapun Program Studi Sastra Inggris menghadirkan English Proficiency Test berbasis tautan (link-based) sebagai bentuk aktivitas literasi kebahasaan yang memungkinkan pengunjung mengenal kemampuan bahasa Inggris melalui kegiatan yang sederhana dan interaktif.

Melalui beragam kegiatan tersebut, keenam program studi memperlihatkan karakter keilmuan masing-masing sekaligus menunjukkan luasnya cakupan ilmu yang dikembangkan di FIB Unand.

Gambar 2. Para pengunjung stand FIB Unand membuat lukisan dan nama pada totebag

FIB Unand Hadirkan Literasi yang Dekat dengan Masyarakat

Kehadiran stan FIB Unand juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan program studi kepada calon mahasiswa, mahasiswa, masyarakat, serta pengunjung Festival Literasi Sumbar. Informasi mengenai program studi disajikan berdampingan dengan karya, aktivitas, dan praktik yang menggambarkan proses pembelajaran di lingkungan FIB.

Dengan pendekatan tersebut, masyarakat dapat melihat bahwa pembelajaran di bidang humaniora tidak berhenti di ruang kelas. Pengetahuan bahasa, sastra, sejarah, arkeologi, dan kebudayaan dapat diterjemahkan ke dalam karya, penelitian, dokumentasi, praktik, serta berbagai aktivitas yang dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP., turut hadir bersama jajaran pimpinan fakultas dalam rangka mendukung partisipasi FIB Unand pada Festival Literasi Sumbar 2026. Jajaran pimpinan FIB Unand yang hadir antara lain Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., dan Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A. Nama dan jabatan pimpinan tersebut juga tercantum dalam publikasi resmi FIB Unand.

Kehadiran pimpinan tersebut sekaligus memperlihatkan dukungan fakultas terhadap keterlibatan program studi dalam kegiatan literasi dan kebudayaan di tingkat daerah.

Gambar 3. Kehadiran Dekan, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. beserta jajaran pimpinan FIB Unand

Selain pimpinan fakultas, kegiatan juga melibatkan para ketua program studi, dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan dari enam program studi. Berdasarkan informasi resmi FIB Unand, Dr. Ronidin, S.S., M.A. merupakan Ketua Program Studi Sastra Indonesia; Novalinda, S.S., M.Hum. Ketua Program Studi Sastra Inggris; Yerri Satria Putra, S.S., M.A. Ketua Program Studi Sastra Minangkabau; Dr. Rima Devi, S.S., M.Si. Ketua Program Studi Sastra Jepang; Dr. Zulqaiyyim, M.Hum. Ketua Program Studi Ilmu Sejarah; dan untuk Program Studi Arkeologi, Prof. Dr. Herwandi, M.Hum.

Kunjungan Gubernur Sumatera Barat

Pada hari pertama pelaksanaan Festival Literasi Sumbar, stan FIB Unand juga mendapat kunjungan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, S.P. bersama Hj. Harneli Mahyeldi dalam rangkaian pembukaan kegiatan.

Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi FIB Unand untuk memperkenalkan secara langsung berbagai aktivitas akademik dan kebudayaan yang ditampilkan melalui stan fakultas.

Selain Gubernur Sumatera Barat dan jajaran pemerintah daerah, stan FIB Unand juga menerima kunjungan dari berbagai kalangan, termasuk unsur Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, mahasiswa Universitas Negeri Padang, serta masyarakat dan pengunjung Festival Literasi Sumbar.

Interaksi tersebut menjadi bagian penting dari kehadiran FIB Unand di tengah masyarakat. Stan tidak hanya menjadi tempat menampilkan karya, tetapi juga menjadi ruang percakapan antara sivitas akademika dengan masyarakat mengenai bahasa, sastra, sejarah, arkeologi, dan kebudayaan.

Lomba Konten Video Meramaikan Festival

Selain pameran dan praktik dari enam program studi, FIB Unand juga mengadakan lomba konten video melalui Instagram Story selama penyelenggaraan Festival Literasi.

Peserta diajak membuat konten video mengenai Festival Literasi, mengunggahnya melalui Instagram Story, serta menandai akun @fibunand. Kompetisi berlangsung selama tiga hari dengan dua pemenang setiap hari, sehingga terdapat enam pemenang selama rangkaian kegiatan.

Setiap pemenang memperoleh hadiah utama berupa pulsa atau saldo sebesar Rp50.000, sekaligus kesempatan mendapatkan berbagai hadiah menarik lainnya yang tersedia di stan FIB Unand.

Kehadiran lomba konten ini menjadi bagian dari upaya FIB Unand memanfaatkan media digital sebagai ruang baru untuk memperkenalkan literasi dan kebudayaan kepada generasi muda.

Gambar 4. Ketua Program Studi, dosen, dan tenaga kependidikan FIB Unand dalam rangkaian acara Festival Literasi Sumatera Barat tahun 2026

Tiga Hari, Enam Program Studi, Satu Ruang Kebudayaan

Selama tiga hari penyelenggaraan, stan FIB Unand mempertemukan berbagai bentuk pengetahuan yang dikembangkan di lingkungan fakultas. Bahasa, sastra, sejarah, arkeologi, dan kebudayaan hadir dalam bentuk yang lebih dekat dengan masyarakat melalui buku, foto, arsip, artefak, praktik menulis, praktik seni dan budaya, permainan kreatif, hingga media digital.

Partisipasi tersebut sekaligus memperkuat posisi FIB Unand sebagai bagian dari ekosistem literasi dan kebudayaan di Sumatera Barat. Keikutsertaan dalam Festival Literasi Sumbar bukan sekadar bentuk dukungan terhadap kegiatan daerah, tetapi juga menjadi ruang bagi FIB Unand untuk memperlihatkan bagaimana ilmu-ilmu humaniora dapat hadir dan memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.

“Literasi tidak hanya dibangun melalui apa yang dibaca, tetapi juga melalui apa yang dipahami, dialami, dan diwariskan. Melalui Festival Literasi ini, FIB Unand ingin memperlihatkan bahwa bahasa, sastra, sejarah, arkeologi, dan kebudayaan memiliki ruang yang luas untuk terus dipelajari dan dikembangkan bersama masyarakat,” ujar Prof. Dr. Ike Revita.  

Kehadiran FIB Unand selama tiga hari di Festival Literasi Sumbar 2026 diharapkan dapat memperluas pengenalan masyarakat terhadap bidang-bidang keilmuan humaniora sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, dan masyarakat.