FIB Unand dan Fakultas Sastra Sanata Dharma Perkuat Kolaborasi Tridarma melalui PKS dan Kuliah Umum

Gambar 1. Penandatanganan Kerja Sama FIB Unand dengan Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma
Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas memperkuat kerja sama akademik dengan Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sekaligus kuliah umum yang disampaikan Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., pada 11 September 2026 di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (Memorandum of Agreement) antara Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma dan FIB Universitas Andalas tentang Program Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi serta Pemberdayaan Sumber Daya Manusia.
Dokumen PKS ditandatangani oleh Dr. Tatang Iskarna, Dekan Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma, sebagai pihak kesatu, dan Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., Dekan FIB Universitas Andalas, sebagai pihak kedua. Perjanjian tersebut tercatat dengan Nomor 076/Dekan/FS/USD/V/2026 dan Nomor B/85/UN16.07D/HK.10.00/2026.
PKS ini menjadi landasan bagi kedua fakultas untuk mengembangkan kerja sama secara kelembagaan dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak tanpa mengganggu tugas pokok dan fungsi kelembagaan. Tujuannya adalah saling mendukung sebagai mitra dalam mengembangkan kegiatan dan peran masing-masing berdasarkan prinsip kerja sama yang saling menguntungkan.
Adapun ruang lingkup kerja sama mencakup kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi, antara lain seminar, kuliah umum, pelatihan menulis artikel untuk jurnal internasional bereputasi, kolaborasi riset, serta kegiatan lain yang disepakati oleh kedua pihak sesuai kemampuan dan kesanggupan masing-masing.
Kerja sama tersebut melibatkan Program Studi Sastra Inggris, Sastra Indonesia, dan Sejarah pada Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma. Sementara dari FIB Unand, cakupan program studi meliputi Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Sastra Minangkabau, Sastra Jepang, Ilmu Sejarah, Arkeologi, S-2 Linguistik, S-2 Susastra, S-2 Kajian Sejarah, S-2 Kajian Budaya, dan S-3 Linguistik.
Dengan cakupan tersebut, kerja sama tidak hanya membuka peluang pada tingkat fakultas, tetapi juga memberikan ruang yang lebih luas bagi program studi untuk mengembangkan kegiatan akademik, penelitian, publikasi, serta kegiatan ilmiah bersama.
Dekan FIB Unand Sampaikan Kuliah Umum di Universitas Sanata Dharma
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., juga menyampaikan kuliah umum di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma dengan tema “It’s Not What You Said. It’s What I Understood: Pragmatics, Miscommunication, and Meaning in the Digital Age.”
Tema tersebut mengangkat persoalan penting dalam komunikasi, khususnya bagaimana sebuah tuturan tidak selalu dipahami sama persis dengan maksud penuturnya. Dalam perspektif pragmatik, makna tidak hanya ditentukan oleh kata-kata yang digunakan, tetapi juga oleh konteks, situasi, pengetahuan bersama, serta bagaimana pendengar atau pembaca menafsirkan pesan.

Gambar 2. Diskusi Interaktif dalam kuliah umum bersama Dekan FIB Unand dengan mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma
Persoalan tersebut menjadi semakin relevan dalam komunikasi digital. Pesan yang disampaikan melalui media sosial, aplikasi percakapan, maupun berbagai platform digital tidak selalu membawa konteks yang lengkap. Akibatnya, sebuah pernyataan dapat dipahami berbeda oleh orang yang berbeda dan berpotensi menimbulkan miskomunikasi.
Melalui kuliah umum tersebut, pembahasan pragmatik ditempatkan dalam konteks komunikasi kontemporer, terutama bagaimana manusia memahami makna di tengah perubahan cara berkomunikasi pada era digital.
“Dalam komunikasi, yang kita maksudkan belum tentu sama dengan yang dipahami orang lain. Karena itu, memahami konteks menjadi penting, terlebih dalam komunikasi digital yang sering kali kehilangan banyak petunjuk nonverbal.”
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma. Dr. Tatang Iskarna sebagai Dekan dan Susilawati Endah Peni Adji, M.Hum. sebagai Wakil Dekan. Struktur fakultas juga mencakup program studi Sastra Inggris, Sastra Indonesia, dan Sejarah.
Dari FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. hadir bersama Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., Manajer Bidang I FIB Unand. Kehadiran pimpinan dari kedua fakultas memperlihatkan komitmen untuk menjadikan kerja sama yang telah disepakati sebagai bagian dari penguatan hubungan akademik yang berkelanjutan.
Kerja sama tersebut juga memberikan peluang bagi civitas academica kedua institusi untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jejaring akademik, dan mengembangkan kegiatan bersama yang sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing.
Dalam PKS disebutkan bahwa perjanjian tersebut merupakan induk/payung bagi kegiatan kerja sama yang akan dilaksanakan pada setiap bidang dan dapat ditindaklanjuti oleh berbagai unit di lingkungan kedua pihak. Perjanjian berlaku selama lima tahun sejak ditandatangani dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua pihak.
Kesepakatan tersebut juga mengatur mekanisme penyelesaian apabila terjadi perbedaan pendapat, dengan mengutamakan musyawarah dan mufakat. Selain itu, apabila terjadi pergantian pimpinan, PKS tetap berlaku sesuai jangka waktu yang telah disepakati.
Dengan ditandatanganinya PKS tersebut, FIB Unand dan Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma memiliki landasan bersama untuk mengembangkan berbagai program akademik dan kelembagaan. Mulai dari seminar dan kuliah umum, pengembangan kemampuan penulisan artikel ilmiah, hingga kolaborasi riset dapat dikembangkan sesuai kebutuhan kedua institusi.
“Kerja sama yang baik bukan hanya tentang menandatangani kesepakatan, melainkan tentang apa yang kemudian kita kerjakan bersama. Kami berharap PKS ini menjadi pintu bagi lebih banyak kegiatan akademik, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia antara FIB Unand dan Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma,” ujar Prof. Dr. Ike Revita.
Melalui kerja sama ini, FIB Unand terus memperluas jejaring akademiknya sekaligus membuka ruang bagi pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi yang lebih kolaboratif. Penandatanganan PKS dan kuliah umum ini menjadi langkah awal untuk mempertemukan gagasan, keilmuan, dan pengalaman dua institusi dalam pengembangan pendidikan humaniora di Indonesia.

Gambar 3. Foto bersama pimpinan dan peserta kuliah umum di Universitas Sanata Dharma