Mahasiswa Ilmu Sejarah FIB Unand Raih Juara Harapan II Duta Bahasa Nasional 2026

Gambar 1. Muhammad Berlian, Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah FIB Unand raih Juara Harapan II Duta Bahasa Nasional 2026
Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Muhammad Berlian (NIM 2310711037), berhasil meraih Juara Harapan II Duta Bahasa Nasional 2026 sekaligus masuk dalam jajaran 10 besar Duta Bahasa Nasional 2026. Berlian mewakili Provinsi Sumatera Barat dalam ajang yang diselenggarakan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Rangkaian Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026 berlangsung di Jakarta pada 14–18 September 2026. Kegiatan diawali dengan taklimat dan pembukaan resmi, kemudian dilanjutkan dengan penilaian Tuturloka, Krida Kebahasaan, dan penampilan talenta. Tahapan tersebut dilaksanakan di Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk, sedangkan Final Raya berlangsung di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Senayan, Jakarta.
Dalam proses seleksi, peserta dinilai melalui berbagai aspek, antara lain kemampuan berbicara di depan umum, komunikasi, penguasaan bahasa asing, kreativitas, kebermanfaatan dan keberlanjutan program kebahasaan dan kesastraan, serta kemampuan menampilkan potensi seni dan budaya daerah masing-masing.
Salah satu program yang dibawa Berlian bersama pasangannya, Aini, adalah AURA (Aktivasi Ujaran Responsif Anak). Program ini merupakan krida kebahasaan yang berfokus pada deteksi dini, stimulasi, dan pendampingan kemampuan komunikasi anak usia dini, khususnya dalam merespons ujaran dan mengembangkan kemampuan berbahasa melalui permainan interaktif, penguatan kosakata, dan keterlibatan orang tua dan pendamping.
AURA dikembangkan dengan pendekatan edukatif, inklusif, dan berbasis teknologi untuk membangun lingkungan komunikasi yang responsif sekaligus menumbuhkan kemampuan berbahasa anak sejak tahap awal perkembangan. Program tersebut sejalan dengan penguatan literasi masyarakat, pengutamaan bahasa Indonesia, dan peningkatan kualitas dan akses pembelajaran bahasa sejak usia dini.
Capaian Berlian mendapat apresiasi dari Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi fakultas sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa FIB Unand memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan kompetensi dan berprestasi di tingkat nasional. “Prestasi Muhammad Berlian di tingkat nasional menjadi kebanggaan bagi FIB Unand. Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa FIB Unand memiliki kemampuan untuk berprestasi di berbagai bidang sekaligus membawa nilai-nilai kebahasaan, kebudayaan, dan literasi ke ruang yang lebih luas. Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan memberikan kontribusi bagi masyarakat,” ujar Prof. Dr. Ike Revita.
Bagi Berlian, keikutsertaannya dalam Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026 menjadi pengalaman yang sangat berarti. Selain dapat mewakili Sumatera Barat, ia berkesempatan bertemu dengan putra-putri terbaik dari berbagai daerah di Indonesia, berbagi cerita, berdiskusi, bertukar gagasan, dan mengenal bahasa dan budaya dari berbagai daerah. “Dari perjalanan ini, saya belajar bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan jembatan yang mempertemukan keberagaman dan menguatkan kebersamaan,” ungkap Berlian.
Ia berharap pengalaman tersebut menjadi bekal untuk terus belajar, berkarya, dan berkontribusi bagi bahasa dan budaya Indonesia. Capaian sebagai Juara Harapan II dan masuk 10 besar Duta Bahasa Nasional 2026 sekaligus menjadi pengalaman bagi Berlian untuk terus mengembangkan diri dan mengambil peran dalam penguatan bahasa serta literasi di masyarakat.

Gambar 2. Muhammad Berlian di malam Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2026