Hasbi Witir, Mahasiswa Sastra Indonesia FIB Unand Magang di Balai Bahasa Provinsi Jambi

Gambar 1. Hasbi Witir bersama staf Balai Bahasa Provinsi Jambi

Pengalaman di dunia kerja menjadi salah satu bekal penting bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri setelah menyelesaikan pendidikan tinggi. Kesempatan tersebut dimanfaatkan Hasbi Witir, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas, yang saat ini menjalani program magang di Balai Bahasa Provinsi Jambi sejak 28 September 2026 hingga 28 Januari 2027.

Hasbi memilih Balai Bahasa Provinsi Jambi karena menilai instansi tersebut memiliki reputasi yang baik. Menurutnya, Balai Bahasa Provinsi Jambi pernah memperoleh penghargaan Capaian Kinerja Tata Kelola Terbaik dari kementerian dan predikat Informatif dalam Keterbukaan Informasi Publik. Reputasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan Hasbi untuk memperoleh pengalaman belajar di lingkungan kerja yang berkaitan dengan bidang kebahasaan.

Selain mempertimbangkan reputasi instansi, Hasbi memandang program magang sebagai kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dalam lingkungan profesional. Program tersebut juga menjadi bagian dari program unggulan kementerian yang ingin dimanfaatkannya secara optimal. Melalui pengalaman ini, ia berharap dapat memahami dinamika dunia kerja secara langsung sekaligus mengembangkan kemampuan yang relevan dengan bidang studinya. “Sebagai mahasiswa Sastra Indonesia, saya ingin memanfaatkan kesempatan magang ini untuk mengenal dunia kerja secara langsung, mengasah kemampuan, dan menambah pengalaman profesional. Saya juga berharap program ini dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kompetensi dan membangun portofolio setelah menyelesaikan studi,” ungkap Hasbi.

Magang yang berlangsung selama empat bulan tersebut dijalani Hasbi seorang diri sebagai mahasiswa FIB Unand di instansi tersebut. Pengalaman ini menjadi kesempatan baginya untuk membangun kemandirian, menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, dan memperluas wawasan mengenai penerapan keilmuan bahasa dan sastra di luar ruang kelas.

Bagi Hasbi, kesempatan magang juga memiliki nilai penting dalam pengembangan karier. Selain memperoleh pengalaman praktis, ia menargetkan sertifikat resmi sebagai bukti kompetensi yang dapat mendukung perjalanan profesionalnya setelah lulus. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menghadapi kebutuhan dunia kerja yang menuntut kemampuan beradaptasi, kemauan belajar, dan penguasaan keterampilan yang relevan.

Keikutsertaan Hasbi dalam program magang ini memperlihatkan pentingnya membuka ruang belajar di luar kampus bagi mahasiswa. Pengalaman langsung di lingkungan profesional dapat menjadi pelengkap pembelajaran akademik sekaligus membantu mahasiswa mengenali peluang penerapan ilmu yang dipelajari selama perkuliahan.

Melalui program ini, Hasbi diharapkan dapat memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, memperkaya pengalaman, dan membangun portofolio profesional. Pengalaman magang di Balai Bahasa Provinsi Jambi pun menjadi bagian dari prosesnya mempersiapkan diri untuk berkontribusi dalam bidang bahasa dan sastra setelah menyelesaikan pendidikan di FIB Unand.