Ekspedisi Sejarah 2026 FIB Unand, Telusuri Jejak Masa Lalu Nagari Balai Tangah

Gambar 1. Pimpinan FIB Unand melepas kepergian Ekspedisi Sejarah 2026

Menelusuri sejarah tidak cukup hanya melalui buku dan arsip. Cerita lisan, tradisi, adat istiadat, dan kehidupan masyarakat juga menyimpan jejak masa lalu yang penting untuk dipahami. Semangat inilah yang melandasi pelaksanaan Ekspedisi Sejarah (ESSE) 2026 oleh Departemen Ilmu Sejarah bersama Himpunan Mahasiswa Departemen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) di Nagari Balai Tangah, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, pada 30 Oktober hingga 1 November 2026.

Mengusung tema “Dari Klasik ke Kontemporer: Menemukan Kembali Masa Lalu Nagari Balai Tangah, Kecamatan Lintau Buo Utara dalam Kehidupan Masa Kini”, ekspedisi ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menggali sejarah dan potensi kebudayaan lokal sekaligus memahami keterkaitan warisan masa lalu dengan kehidupan masyarakat sekarang.

Pemilihan Nagari Balai Tangah didasarkan pada kekayaan sejarah, adat, tradisi, dan kehidupan sosial budaya masyarakatnya. Berbagai aspek menjadi fokus penelitian mahasiswa, di antaranya sejarah Tuanku Lintau dan Siti Hadjir, asal-usul nama Balai Tangah, sejarah pasar, tradisi surau, silek Lintau, tradisi perkawinan dan kematian, fungsi rumah gadang, kuliner, hingga kehidupan keluarga petani dan pedagang.

Kegiatan ini berada di bawah tanggung jawab Ketua Departemen Ilmu Sejarah, Dr. Zulqaiyyim, M.Hum., dengan Witrianto, S.S., M.Hum., M.Si. sebagai dosen pendamping. Sebanyak 14 dosen tercantum sebagai pembimbing dalam proposal kegiatan. Ekspedisi ini melibatkan mahasiswa Ilmu Sejarah angkatan 2024, 2025, dan 2026, dengan Rendi Junaldi sebagai ketua pelaksana.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. dijadwalkan memberikan sambutan sekaligus melepas peserta dalam pembukaan kegiatan kuliah lapangan. Dalam konteks pembelajaran di luar kelas, ekspedisi ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas pengetahuan melalui perjumpaan langsung dengan masyarakat. “Pembelajaran sejarah akan semakin bermakna ketika mahasiswa berhadapan langsung dengan kehidupan masyarakat. Pengetahuan tidak hanya diperoleh melalui buku dan ruang perkuliahan, tetapi juga melalui interaksi, pengamatan, dan pengalaman di tengah masyarakat,” ujar Prof. Ike Revita.

Gambar 2. Sambutan Dekan, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. bersama Ketua Departemen Sejarah, Dr. Zulqaiyyim, M.Hum., dan dosen serta Himpunan Mahasiswa Sejarah Fib Unand

Selama tiga hari, mahasiswa melaksanakan penelitian lapangan melalui wawancara, pengumpulan informasi, pengamatan kehidupan sosial budaya, dan penyusunan hasil penelitian. Rangkaian kegiatan juga mencakup Fun Night sebagai ruang ekspresi minat dan bakat mahasiswa serta OTEWE (October Ends With ESSE), yang menghadirkan penampilan seni mahasiswa, kuliah umum tentang budaya lokal bersama Camat Lintau Buo Utara, Rifka Akbar, S.STP., M.M., dan pertunjukan seni budaya anak nagari.

Ketua Departemen Ilmu Sejarah, Dr. Zulqaiyyim, M.Hum., melalui kegiatan ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa mengembangkan kemampuan penelitian sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat dan warisan budaya lokal. “Kami berharap ekspedisi ini menjadi pengalaman akademik yang bermakna. Mahasiswa tidak hanya belajar mengumpulkan data sejarah, tetapi juga memahami masyarakat, menghargai kearifan lokal, dan melihat bagaimana warisan budaya tetap hidup di tengah perubahan zaman,” ujar Dr. Zulqaiyyim, M.Hum.

Bagi panitia, Ekspedisi Sejarah juga menjadi ruang belajar bersama untuk membangun kekompakan, kreativitas, dan tanggung jawab. Ketua Pelaksana ESSE 2026, Rendi Junaldi, berharap kegiatan ini menghasilkan pengalaman dan dokumentasi yang bermanfaat. “Kami ingin hasil ekspedisi ini tidak berhenti pada kegiatan lapangan, tetapi dapat menjadi pengetahuan dan dokumentasi yang turut memperkaya pemahaman tentang sejarah dan kebudayaan Nagari Balai Tangah,” ujar Rendi.

Melalui Ekspedisi Sejarah 2026, mahasiswa diajak memahami bahwa sejarah bukan sekadar cerita tentang masa lalu. Sejarah tetap hidup dalam ingatan, tradisi, dan praktik kebudayaan masyarakat.