FIB Unand Bekali Civitas Academica Strategi Menembus Jurnal Bereputasi Scopus

Gambar 1. Dr. Arina Isti'anah dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta sebagai narasumber utama dalam kegiatan Pelatihan Scopus di FIB Unand

Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas terus berkomitmen meningkatkan kualitas publikasi ilmiah melalui penyelenggaraan Pelatihan Penulisan Artikel Bereputasi Internasional (Scopus) yang digelar pada Selasa, 14 Juli 29026 di Ruang Sidang Dekanat Lantai 2 FIB Universitas Andalas. Mengusung tema "Menulis Berkualitas, Publikasi Mendunia", kegiatan ini menghadirkan Dr. Arina Isti'anah dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta sebagai narasumber utama.

Pelatihan diikuti oleh sekitar 30 peserta yang terdiri atas dosen, mahasiswa Program Magister (S-2), dan mahasiswa Program Doktor (S-3) di lingkungan FIB Universitas Andalas. Sebelum mengikuti pelatihan, seluruh peserta diwajibkan membawa sekaligus mengunggah draf artikel ilmiah sebagai bahan pendampingan selama kegiatan berlangsung.

Dalam sambutannya, Dekan FIB Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan bahwa publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi internasional merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan mutu akademik sekaligus memperluas kontribusi hasil penelitian ke tingkat global. "Publikasi bereputasi internasional tidak hanya menjadi ukuran capaian akademik, tetapi juga menjadi sarana untuk menyebarluaskan hasil penelitian sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Karena itu, FIB Universitas Andalas terus menghadirkan berbagai program yang mendukung peningkatan kompetensi civitas academica dalam publikasi ilmiah," ujar Prof. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Pada sesi utama, Dr. Arina Isti'anah membagikan pengalaman akademiknya selama menempuh studi doktor hingga berhasil menerbitkan belasan artikel pada jurnal bereputasi internasional yang terindeks Scopus. Berbekal pengalaman tersebut, ia mengajak peserta memahami bahwa publikasi internasional merupakan proses yang dapat dipelajari melalui strategi yang tepat dan latihan yang berkelanjutan.

Dr. Arina juga meluruskan anggapan bahwa seluruh jurnal Scopus selalu mengenakan biaya publikasi. Menurutnya, banyak jurnal bereputasi yang dapat diakses tanpa article processing charge (APC), di samping jurnal yang memang menerapkan biaya sesuai dengan kebijakan penerbit. "Publikasi Scopus tidak selalu identik dengan biaya yang mahal. Banyak jurnal bereputasi yang dapat diakses secara gratis. Yang paling menentukan adalah kualitas artikel, kebaruan penelitian, ketepatan memilih jurnal, dan kemampuan penulis memahami proses publikasi ilmiah," jelas Dr. Arina.

Selama pelatihan, peserta memperoleh pembahasan secara komprehensif mengenai publikasi ilmiah internasional. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan indeksasi Scopus dan karakteristik jurnal bereputasi, strategi menentukan jurnal yang sesuai dengan topik penelitian, teknik menyusun artikel berdasarkan standar internasional, penyusunan judul, abstrak, dan kata kunci yang efektif, serta kiat meningkatkan peluang artikel diterima oleh editor jurnal.

Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai etika publikasi ilmiah, pengelolaan sitasi menggunakan aplikasi manajemen referensi, strategi menghindari predatory journal, hingga cara merespons komentar editor dan reviewer secara profesional.

Kegiatan tidak hanya berlangsung dalam bentuk penyampaian materi, tetapi juga diisi dengan sesi konsultasi dan telaah terhadap draf artikel yang telah disiapkan peserta. Pada sesi ini, peserta memperoleh masukan secara langsung mengenai substansi penelitian, struktur penulisan, penggunaan bahasa akademik, serta kesesuaian artikel dengan jurnal yang dituju.

Suasana pelatihan berlangsung dinamis dan interaktif. Berbagai pertanyaan muncul dari peserta terkait pengalaman publikasi, teknik meningkatkan kualitas artikel, hingga strategi menghadapi proses peer review yang sering menjadi tantangan bagi penulis.

Melalui kegiatan ini, FIB Universitas Andalas berharap semakin banyak dosen dan mahasiswa yang mampu menghasilkan publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi internasional. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan rekam jejak akademik civitas academica, melainkan juga memperkuat kontribusi FIB Universitas Andalas dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat nasional maupun internasional. 

Gambar 2. Dr. Arina Isti'anah bersama Dekan FIB Unand serta seluruh peserta Pelatihan Scopus yang diadakan di ruang sidang FIB Unand