Empat Belas Mahasiswa Lolos Program Fast Track FIB Unand, Siap Tempuh S-1 dan S-2 dalam Lima Tahun

Gambar 1. Mahasiswa FIB Unand mengikuti seleksi wawancara penerimaan mahasiswa S-2 FIB Unand program fast track

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas secara resmi mengumumkan hasil seleksi Program Fast Track Tahun Akademik 2026/2027 pada Senin, 27 Juli 2026. Sebanyak 14 mahasiswa dinyatakan lulus mengikuti program percepatan yang memungkinkan mahasiswa menyelesaikan pendidikan Sarjana (S-1) dan Magister (S-2) dalam waktu sekitar lima tahun. Program ini merupakan salah satu upaya FIB Universitas Andalas dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui percepatan jenjang pendidikan sekaligus memperkuat budaya akademik di lingkungan fakultas.

Sebelum pengumuman hasil seleksi, proses wawancara dilaksanakan pada Senin, 20 Juli 2026 di Ruang Sidang Dekanat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Seleksi dilakukan secara langsung oleh masing-masing ketua program studi tujuan, didampingi Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., Wakil Dekan I FIB Universitas Andalas, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Manajer Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Ria Febrina, S.S., M.Hum., serta sejumlah dosen dari program studi terkait. Wawancara difokuskan pada kesiapan akademik, motivasi, komitmen, serta rencana studi mahasiswa dalam mengikuti program percepatan.

Dalam sambutannya, Dekan FIB Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP., menyampaikan bahwa Program Fast Track merupakan salah satu bentuk inovasi akademik yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan magister lebih awal tanpa harus menunggu kelulusan program sarjana. "Program Fast Track memberikan ruang bagi mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik baik untuk mempercepat studi hingga jenjang magister. Kami berharap program ini dapat melahirkan lulusan yang unggul, produktif, dan siap berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan maupun dunia profesional," ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Program Fast Track memungkinkan mahasiswa semester akhir program sarjana mengambil sejumlah mata kuliah magister yang nantinya dapat diakui sebagai bagian dari kurikulum S-2. Dengan skema tersebut, mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan S-1 dan S-2 dalam waktu sekitar lima tahun. Selain mempercepat masa studi, program ini juga mendorong mahasiswa untuk lebih awal terlibat dalam kegiatan penelitian, publikasi ilmiah, dan pengembangan kompetensi akademik.

Selama proses wawancara, tim seleksi menggali kesiapan peserta dalam menghadapi beban akademik yang lebih tinggi, kemampuan berpikir kritis, minat penelitian, serta kesesuaian bidang keilmuan yang akan ditempuh pada jenjang magister. Aspek komitmen dan konsistensi belajar juga menjadi perhatian penting mengingat Program Fast Track menuntut kemampuan manajemen waktu dan prestasi akademik yang baik.

Wakil Dekan I FIB Universitas Andalas, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., menyampaikan bahwa seleksi tidak hanya mempertimbangkan nilai akademik, tetapi juga kesiapan mahasiswa menjalani proses pembelajaran yang lebih intensif. "Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang memiliki motivasi kuat, kemampuan akademik yang baik, dan kesiapan untuk belajar lebih intensif. Harapannya, mereka dapat menjadi generasi akademisi muda yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional," ungkapnya.

Berdasarkan hasil seleksi, sebanyak 14 mahasiswa dinyatakan lolos mengikuti Program Fast Track. Tiga mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah, yaitu Sitti Ba'itsati Dzakiyah, Nisa Safitri, dan Hazari Nabila Putri, melanjutkan studi ke Program Magister Kajian Sejarah. Sementara itu, tiga mahasiswa lainnya, yakni Faathir Tora Ugraha dan Nada Aprila Kurnia dari Program Studi Sastra Indonesia, serta Husna Nisah Khairani dari Program Studi Sastra Inggris, diterima pada Program Magister Linguistik. Mahasiswa Muhamad Arif Al Musri dari Program Studi Sastra Minangkabau juga melanjutkan studi ke Program Magister Linguistik.

Adapun mahasiswa yang diterima pada Program Magister Susastra terdiri atas Sitiina Hidayah, Wira Santika, dan Sasmita Zulianti dari Program Studi Sastra Minangkabau; Ghina Rufa'uda, Khairiyanni Shagita dari Program Studi Sastra Indonesia; serta Nasyiwa Siti Nashira dan Muhammad Rasyid Ridha dari Program Studi Sastra Inggris.

Melalui Program Fast Track, FIB Universitas Andalas berharap semakin banyak mahasiswa berprestasi yang dapat mempercepat jenjang pendidikannya, menghasilkan penelitian berkualitas, serta memperkuat daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional. Program ini sekaligus menjadi wujud komitmen FIB Universitas Andalas dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan pendidikan tinggi.