Angkat Semangat Digitalisasi dan Pariwisata, Dhea Anantha Sari FIB Unand Juara I QRIS Jelajah Indonesia 2026

Gambar 1. Dhea Anantha Sari, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Raih Juara I Lomba QRIS Jelajah Indonesia 2026

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas. Dhea Anantha Sari, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris, berhasil meraih Juara I Lomba QRIS Jelajah Indonesia 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI).

Dhea Anantha Sari dengan NIM 2210733023 berhasil menjadi pemenang dalam program yang merupakan bagian dari rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI). QRIS Jelajah Indonesia 2026 diselenggarakan secara serentak melalui 46 Kantor Perwakilan Dalam Negeri Bank Indonesia (KPwDN) di Indonesia.

Program tersebut menjadi salah satu upaya Bank Indonesia untuk mengakselerasi digitalisasi sistem pembayaran secara inklusif dan berkelanjutan. Pada penyelenggaraan tahun 2026, QRIS Jelajah Indonesia mengusung tema kuliner Indonesia yang sekaligus mendorong penguatan digitalisasi dan sektor pariwisata.

Memadukan Digitalisasi dan Kekayaan Kuliner Indonesia

QRIS Jelajah Indonesia menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal sekaligus memperkenalkan berbagai potensi Indonesia melalui pendekatan digital. Pengusungan tema kuliner pada tahun ini mempertemukan isu digitalisasi sistem pembayaran dengan kekayaan kuliner yang menjadi bagian penting dari identitas dan daya tarik pariwisata Indonesia.

Bagi mahasiswa FIB Unand, keterlibatan dalam kegiatan tersebut juga menjadi pengalaman yang mempertemukan kemampuan akademik dengan persoalan dan perkembangan yang terjadi di masyarakat. Latar belakang Dhea sebagai mahasiswa Sastra Inggris memberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan berinteraksi dalam kegiatan yang melibatkan berbagai peserta dan pengalaman lintas daerah.

Capaian sebagai Juara I menjadi bukti bahwa mahasiswa FIB Unand mampu mengambil bagian dalam kegiatan yang berada di luar ruang lingkup akademik konvensional sekaligus menunjukkan kemampuan untuk beradaptasi, berkolaborasi, dan berkompetisi.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP., menyampaikan kebanggaannya atas capaian yang diraih Dhea. “Kami bangga atas capaian Dhea. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa FIB Unand memiliki kemampuan untuk berkembang di berbagai ruang, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam kegiatan yang berkaitan dengan inovasi, digitalisasi, pariwisata, dan pengembangan potensi Indonesia.”

Menurutnya, pengalaman mahasiswa dalam berbagai kompetisi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan pengembangan kompetensi yang penting untuk menghadapi dunia profesional. “Setiap kompetisi memberikan pengalaman yang berbeda. Yang terpenting adalah bagaimana mahasiswa mampu belajar dari proses, membangun jejaring, dan membawa pengalaman tersebut menjadi bekal untuk langkah berikutnya.”

Bagi Dhea, pencapaian sebagai juara bukanlah satu-satunya hal yang bermakna dari keikutsertaannya dalam QRIS Jelajah Indonesia 2026. Proses yang dilalui selama kegiatan justru memberikan pengalaman, pertemuan, dan kenangan baru yang tidak kalah penting.

Dhea mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang akan dibawanya menuju tahap kompetisi berikutnya. “The best part isn’t the winning, but everything you gain along the way. From new experiences, new people, and unforgettable memories.”

Baginya, kemenangan menjadi salah satu bagian dari perjalanan, sementara pengalaman dan relasi yang diperoleh selama mengikuti kegiatan menjadi pembelajaran yang dapat terus dibawa ke tahap berikutnya.

Capaian tersebut sekaligus membuka langkah baru bagi Dhea bersama tim Sumatera Barat untuk melanjutkan perjalanan kompetisi pada tingkat Sumatra. “Mohon doanya untuk perjalanan berikutnya bersama tim Sumbar di tingkat Sumatra!” ujar Dhea.

Keberhasilan Dhea Anantha Sari menambah deretan prestasi mahasiswa FIB Unand dalam berbagai bidang. Capaian tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kompetensi mahasiswa humaniora dapat berkembang dan berkontribusi dalam berbagai ruang yang terus berubah, termasuk digitalisasi, ekonomi kreatif, pariwisata, dan pengembangan potensi budaya Indonesia.

FIB Unand terus mendorong mahasiswa untuk berani mengambil kesempatan, mengembangkan potensi, serta menjadikan setiap pengalaman sebagai bagian dari proses menuju capaian yang lebih luas.

Dari pengalaman menjadi pembelajaran, dari prestasi menuju langkah berikutnya. Selamat, Dhea! Semoga perjalanan bersama tim Sumbar di tingkat Sumatra kembali membawa hasil terbaik.