FIB Unand Gelar Perpisahan Bersama Mahasiswa UKM Usai Dua Bulan Magang di Sumatera Barat

Gambar 1. Foto bersama pimpinan FIB Unand dengan mahasiswa UKM
Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas menggelar Penutupan dan Perpisahan Program Magang Mahasiswa Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) pada Jumat, 18 September 2026 di Ruang Sidang FIB Unand. Setelah menjalani program magang selama kurang lebih dua bulan di sejumlah mitra di Sumatera Barat, mahasiswa UKM menutup rangkaian kegiatan dengan berbagi pengalaman, penampilan, serta kesan dan pesan selama berada di Padang.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kerja sama akademik yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa Universiti Kebangsaan Malaysia untuk memperoleh pengalaman langsung di lingkungan kerja dan kebudayaan Sumatera Barat. Dalam pelaksanaannya, FIB Unand berperan menghubungkan dan mendampingi program magang yang berlangsung di Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Sumatera Barat, Museum Adityawarman, dan Classy Media.
Acara yang mengusung semangat “Merajut Pengalaman, Mengukir Kenangan” tersebut dibuka oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. dan dihadiri jajaran pimpinan FIB Unand, termasuk para wakil dekan dan manajer, serta mitra yang selama ini mendampingi para peserta magang.
Turut hadir Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Barat, Drs. Nurmatias, serta perwakilan dari Classy Media. Kegiatan magang ini menempatkan ketiga mitra sebagai bagian penting dalam perjalanan magang para mahasiswa.
Selama kurang lebih dua bulan, mahasiswa UKM tidak hanya mendapatkan pengalaman di lingkungan akademik, tetapi juga belajar secara langsung dari institusi dan mitra yang bergerak di bidang kebudayaan dan komunikasi.
Pengalaman di BPK Sumatera Barat memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal lebih dekat kerja pelestarian dan pemajuan kebudayaan. Sementara pengalaman di Museum Adityawarman membuka ruang pembelajaran mengenai sejarah, koleksi, dan warisan budaya. Di Classy Media, peserta mendapatkan pengalaman yang berkaitan dengan dunia komunikasi dan bagaimana sebuah informasi serta cerita dikemas agar dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Hal tersebut juga tercermin dalam susunan acara perpisahan. Setelah sambutan Dekan, peserta mendengarkan pengalaman dan pesan dari BPK Sumatera Barat, kemudian pengalaman dari Museum Adityawarman, dan perspektif dari Classy Media.
Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. menyampaikan bahwa pengalaman magang merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa karena memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana pengetahuan yang diperoleh di kampus diterapkan dalam lingkungan profesional dan masyarakat.
“Selama berada di Sumatera Barat, anak-anak kita tidak hanya belajar tentang pekerjaan, tetapi juga belajar memahami masyarakat, budaya, cara berkomunikasi, dan bagaimana sebuah pengetahuan diterapkan dalam kehidupan nyata. Kami berharap pengalaman selama dua bulan ini menjadi bekal yang mereka bawa pulang dan terus mereka kembangkan,” ujar Prof. Dr. Ike Revita.
Menurutnya, perpisahan tersebut bukan semata-mata menandai berakhirnya program, melainkan menjadi momentum untuk menghargai proses yang telah dilalui bersama.
“Perpisahan ini bukan berarti berakhirnya hubungan. Kami berharap pengalaman dan silaturahmi yang sudah terbangun selama program ini justru menjadi awal bagi kerja sama dan kolaborasi berikutnya antara FIB Unand, UKM, dan para mitra,” tambah Prof. Dr. Ike Revita.
Dalam kesempatan tersebut, para mitra juga menyampaikan pengalaman selama mendampingi mahasiswa. BPK Sumatera Barat menjadi salah satu ruang pembelajaran yang memperkenalkan peserta pada kerja pelestarian kebudayaan. Kehadiran Drs. Nurmatias dalam acara tersebut menjadi bagian dari apresiasi terhadap proses pembelajaran yang telah berlangsung.
Sementara itu, pengalaman di Museum Adityawarman mempertemukan mahasiswa dengan berbagai jejak sejarah dan tradisi yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Sumatera Barat. Adapun pengalaman bersama Classy Media memperkenalkan sisi lain dari kerja kebudayaan, yakni bagaimana cerita, informasi, dan pengetahuan dikomunikasikan kepada publik.
Momen perpisahan semakin hangat ketika perwakilan mahasiswa UKM menyampaikan kesan dan pesan setelah menjalani program magang. Sesi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk menceritakan pengalaman yang mereka peroleh selama berada di Sumatera Barat.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan lagu dari mahasiswa UKM, pembagian sertifikat, foto bersama, dan makan bersama.

Gambar 2. Pembagian sertifikat penghargaan kepada mahasiswa UKM
Kehadiran penampilan tersebut memberi warna tersendiri dalam acara perpisahan. Setelah dua bulan menjalani rutinitas magang dan berinteraksi dengan berbagai lingkungan kerja, para peserta dapat menutup perjalanan mereka dalam suasana yang lebih akrab dan penuh kebersamaan.
“Kami berharap apa yang mereka peroleh selama berada di sini tidak hanya menjadi pengalaman yang menyenangkan, tetapi juga menjadi pengetahuan dan keterampilan yang dapat mereka gunakan ketika kembali ke kampus dan melanjutkan perjalanan akademik maupun profesional,” Ujar Attirah, Perwakilan mahasiswa UKM.
Rangkaian acara ditutup oleh Dekan FIB Unand. Dalam penutupan tersebut, FIB Unand menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang telah mendampingi program serta kepada mahasiswa UKM yang telah menjadi bagian dari perjalanan akademik FIB Unand.
Sebagaimana pesan penutup acara, pengalaman yang telah diperoleh diharapkan menjadi bekal bagi para mahasiswa untuk melangkah lebih jauh, sementara perpisahan tidak menjadi akhir dari hubungan yang telah terjalin.
Dua bulan telah dilalui, pengalaman telah dibawa pulang, dan kenangan telah menjadi bagian dari perjalanan. Dari Padang, mahasiswa UKM kembali membawa cerita tentang budaya, kerja, persahabatan, dan pembelajaran yang mereka temukan di Sumatera Barat.