Bunkasai XIX Sastra Jepang FIB Unand Hadirkan Festival Budaya Jepang Selama Tiga Hari

Gambar 1. Penampilan soran boushi dari Mahasiswa Sastra Jepang FIB Unand

Beragam budaya Jepang hadir dalam Bunkasai XIX yang diselenggarakan Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, pada 29 September–1 Oktober 2026 di Auditorium Universitas Andalas. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut menghadirkan berbagai perlombaan, pertunjukan seni, cosplay, dance, talk show, live selling, kuliah umum, serta berbagai stan yang menarik perhatian pelajar dan masyarakat.

Pembukaan Bunkasai XIX dilaksanakan pada Selasa, 29 September 2026 dan dihadiri jajaran pimpinan FIB Unand, dosen, mahasiswa Program Studi Sastra Jepang, serta sejumlah tamu undangan dari Jepang dan berbagai institusi. Pembukaan tersebut secara resmi mewakili Rektor Universitas Andalas dan disampaikan oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Kegiatan turut dihadiri Konjen Jepang Furusawa Ken, perwakilan PERSADA Makino Tomiharu Sensei, Vonny Indah Mutiara, S.P., MEM., Ph.D. dari Shizuoka International School, Kageyama Ikuo Sensei dari Nippon Dental University yang juga merupakan adjunct professor di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas, Ketua Program Studi Sastra Jepang FIB Unand Dr. Rima Devi, S.S., M.Si., para dosen, serta mahasiswa Sastra Jepang.

Gambar 2. Foto bersama pimpinan FIB Unand dengan seluruh tamu undangan yang hadir dalam acara pembukaan Bunkasai ke XIX Sastra Jepang FIB Unand

Rangkaian pembukaan diawali dengan pawai mahasiswa Sastra Jepang dari PKM menuju Auditorium Universitas Andalas. Setibanya di lokasi, acara dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur'an, Tari Pasambahan, penampilan Maika, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan dari sejumlah pihak, serta pemotongan pita sebagai tanda dimulainya Bunkasai XIX.

Selama tiga hari penyelenggaraan, Bunkasai XIX menghadirkan berbagai kegiatan yang memperkenalkan bahasa dan budaya Jepang dalam suasana yang interaktif. Berbagai perlombaan digelar bagi peserta dari kalangan pelajar dan mahasiswa, serta sejumlah kegiatan kompetitif lainnya yang menjadi bagian dari festival.

Selain perlombaan, pengunjung dapat menikmati berbagai pertunjukan, seperti dance dan cosplay. Kegiatan juga diisi dengan talk show, live selling, singing, serta kuliah umum yang diselenggarakan secara bergantian sepanjang rangkaian acara.

Suasana festival semakin semarak dengan hadirnya berbagai stan. Pengunjung dapat menemukan photo booth, stan merchandise, makanan, pakaian, permainan, hingga obake atau rumah hantu. Sejumlah mitra juga turut membuka stan, termasuk Bank Indonesia. Kehadiran berbagai stan tersebut memberikan ruang bagi pengunjung untuk berinteraksi dan menikmati suasana festival budaya Jepang secara lebih dekat.

Bunkasai XIX juga mendapat antusiasme dari pelajar SMA se-Sumatera Barat. Selain itu, kegiatan turut dikunjungi mahasiswa dan masyarakat dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Barat, bahkan dari luar Sumatera Barat. Kehadiran para pengunjung menjadikan Auditorium Universitas Andalas sebagai ruang perjumpaan bagi pelajar, mahasiswa, komunitas, akademisi, dan masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap bahasa dan budaya Jepang.

Pada hari terakhir, Kamis 1 Oktober 2026, rangkaian kegiatan ditutup dengan pengumuman para pemenang perlombaan. Salah satu bagian yang menarik perhatian dalam Bunkasai XIX adalah pemberian golden ticket kepada empat orang peserta yang berkesempatan untuk diterima di Program Studi Sastra Jepang FIB Unand dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Gambar 3. Empat orang siswa mendapatkan golden ticket untuk bergabung dengan Program Studi Sastra Jepang FIB Unand

Rangkaian Bunkasai XIX kemudian ditutup oleh Manajer Bidang I FIB Unand, Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. Penutupan tersebut sekaligus menandai berakhirnya tiga hari perayaan budaya Jepang yang dikemas melalui kegiatan akademik, kompetisi, seni, hiburan, serta interaksi antarpeserta dan pengunjung.

Melalui Bunkasai XIX, Program Studi Sastra Jepang FIB Unand menghadirkan ruang pembelajaran budaya yang berlangsung di luar kelas. Berbagai kegiatan yang diselenggarakan memberikan kesempatan kepada pelajar, mahasiswa, dan masyarakat untuk mengenal bahasa dan budaya Jepang melalui pengalaman yang lebih dekat, interaktif, dan menyenangkan.