Josephine Gerardo Simbolon, Mahasiswa Sastra Jepang FIB Unand Raih Perunggu pada Porprov Sumbar

Gambar 1. Josephine Gerardo Simbolon raih  medali perunggu cabang olahraga bola tangan (handball) pada Porprov Sumatera Barat

Menjalani perkuliahan pada siang hari dan latihan olahraga setiap malam bukan perkara mudah. Namun, kesungguhan dalam membagi waktu dan menjaga komitmen mengantarkan Josephine Gerardo Simbolon, mahasiswa Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas, meraih medali perunggu atau juara III cabang olahraga bola tangan (handball) pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat. Bersama rekan satu timnya, Josephine berhasil membawa pulang medali setelah melalui persiapan dan latihan yang cukup melelahkan.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat tersebut berlangsung pada 2–14 Oktober 2026 di Rafhely Bypass. Keikutsertaan Josephine menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa dalam mengembangkan potensi di luar kegiatan akademik. Di tengah tanggung jawabnya sebagai mahasiswa, ia tetap berupaya menjaga konsistensi latihan demi memberikan penampilan terbaik bersama tim.

Bagi Josephine, persiapan menuju pertandingan membutuhkan kedisiplinan dan pengorbanan waktu. Setelah menyelesaikan perkuliahan, ia harus kembali bersiap untuk menjalani latihan pada malam hari. Rutinitas tersebut tidak selalu mudah, terutama ketika harus menyeimbangkan kebutuhan akademik dengan tuntutan latihan. Meski demikian, ia berusaha menjalani setiap proses dengan sungguh-sungguh agar dapat tampil maksimal saat pertandingan berlangsung. “Kalau ditanya perjuangan, persiapannya sudah cukup matang dan melelahkan. Setiap pulang kuliah, saya harus latihan setiap malam. Mengatur waktu juga tidak mudah,” ungkap Josephine.

Kerja keras tersebut mengantarkannya bersama tim meraih medali perunggu. Meski demikian, pencapaian itu belum sepenuhnya memenuhi target pribadi Josephine. Ia mengaku memiliki keinginan besar untuk meraih medali emas. Baginya, hasil yang diperoleh menjadi bahan evaluasi sekaligus dorongan untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri dengan lebih baik pada kompetisi berikutnya. “Jujur, saya masih belum puas karena ingin meraih medali emas. Namun, saya tetap bersyukur karena bisa membawa pulang satu medali. Saya menghargai semua kerja keras yang sudah saya jalani selama ini,” tuturnya.

Di balik pencapaian tersebut, Josephine menyampaikan pesan bahwa usaha dan ketekunan tetap memiliki arti, sekalipun hasilnya belum sesuai dengan harapan. Ia mengajak siapa pun yang sedang memperjuangkan cita-cita untuk tidak mudah menyerah dan tetap memelihara keyakinan dalam menjalani proses.

“Segala usaha dan jerih payah yang kita lakukan pasti ada hasilnya, meskipun belum sesuai dengan yang kita inginkan. Jangan menyerah sebelum apa yang kita impikan tercapai. Tetap berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar langkah kita ke depan dimudahkan,” pesannya.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas pencapaian Josephine. Prestasi ini diharapkan menjadi penyemangat bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi, berani berkompetisi, dan memberikan yang terbaik di bidang yang mereka tekuni. “Setiap prestasi lahir dari proses, kerja keras, dan ketekunan. Teruslah berusaha, jadikan setiap pengalaman sebagai pembelajaran, dan jangan berhenti melangkah untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi,” ungkap Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Prestasi Josephine menjadi gambaran bahwa kehidupan mahasiswa tidak hanya diisi dengan kegiatan perkuliahan, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk mengembangkan minat, bakat, dan kemampuan di bidang lain. Pengalaman membagi waktu antara kuliah dan latihan memperlihatkan pentingnya kedisiplinan serta komitmen dalam mengejar tujuan. Medali perunggu pada Porprov Sumatera Barat menjadi pencapaian yang patut disyukuri sekaligus pijakan bagi Josephine untuk terus berkembang dan mengejar prestasi yang lebih tinggi pada masa mendatang.