lagi, Arya Alghifari Mahasiswa Sastra Jepang FIB Unand Raih Best Idea Essay pada National Agricultural Competition 2026

Gambar 1. Arya Alghifari dan team mendapat penghargaan best idea essay pada National Agricultural Competition 2026
Gagasan mengolah serai dapur dan daun jeruk purut menjadi produk bernilai guna mengantarkan mahasiswa Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand), Arya Alghifari, meraih penghargaan Best Idea Essay dalam National Agricultural Competition 2026. Arya menjadi ketua tim yang beranggotakan tiga mahasiswa Universitas Andalas dari lintas fakultas.
National Agricultural Competition 2026 diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Jambi dengan mengusung tema “Sinergi Generasi Muda dalam Mengembangkan Kreativitas dan Inovasi Berbasis Teknologi untuk Transformasi Pertanian yang Berkelanjutan”. Kompetisi tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan kreatif dan inovatif dalam menjawab berbagai tantangan di bidang pertanian.
Pada kategori yang diikuti, Arya bersama dua anggota timnya dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas, Alif Althaf Rabbani dan Vineshya Haniefah, mengangkat esai berjudul “Wein Fresh Box: Inovasi Hilirisasi Serai Dapur dan Daun Jeruk Purut Menjadi Deodorizer Alami untuk Kulkas Rumah Tangga”.
Gagasan tersebut mengambil subtema hilirisasi produk pertanian yang menekankan upaya meningkatkan nilai tambah komoditas melalui pengolahan, inovasi produk, pengemasan, pemasaran, hingga pengembangan model bisnis. Melalui Wein Fresh Box, tim mengembangkan konsep pemanfaatan serai dapur dan daun jeruk purut sebagai deodorizer alami untuk kulkas rumah tangga.
Pilihan terhadap dua komoditas tersebut memperlihatkan bagaimana bahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dapat dikembangkan menjadi sebuah gagasan inovatif. Tim tidak hanya melihat komoditas pertanian dari sisi bahan mentah, tetapi juga mencoba mengarahkannya pada pemanfaatan yang memiliki nilai tambah dan peluang pengembangan produk.
Kolaborasi lintas bidang menjadi bagian penting dalam proses pengembangan gagasan tersebut. Arya dari Program Studi Sastra Jepang FIB Unand berperan sebagai ketua tim, sementara Alif Althaf Rabbani dan Vineshya Haniefah A. berasal dari Program Studi Manajemen FEB Unand. Perbedaan latar belakang keilmuan tersebut memberikan perspektif yang beragam dalam merumuskan gagasan, melihat peluang produk, dan mengembangkan konsep hilirisasi yang diangkat dalam esai.
Tahap final National Agricultural Competition 2026 dilaksanakan secara luring pada 3–5 Oktober 2026. Setelah melalui proses seleksi dan penilaian, tim Arya berhasil memperoleh penghargaan Best Idea Essay. Capaian tersebut sekaligus menambah deretan prestasi mahasiswa FIB Unand dalam kompetisi tingkat nasional.
“Bagi kami, penghargaan Best Idea menjadi apresiasi terhadap proses dan kerja sama yang telah kami bangun selama mengikuti kompetisi. Kami berusaha melihat potensi bahan yang sederhana dari sudut pandang yang berbeda, kemudian mengembangkannya menjadi sebuah gagasan yang memiliki nilai tambah dan manfaat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Arya.
Menurut Arya, pengalaman berkompetisi bersama tim lintas fakultas juga memberikan pembelajaran tersendiri. Perbedaan latar belakang keilmuan membuat proses penyusunan gagasan berlangsung melalui pertukaran perspektif dan pembagian peran sesuai dengan kemampuan masing-masing anggota tim.
Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. mengapresiasi capaian Arya yang berhasil membawa nama FIB Unand dalam kompetisi nasional. “Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa FIB Unand memiliki kemampuan untuk berkolaborasi dan mengembangkan gagasan di berbagai bidang. Latar belakang keilmuan tidak menjadi batas untuk berinovasi. Justru melalui kolaborasi, mahasiswa dapat mempertemukan berbagai perspektif dan menghasilkan gagasan yang lebih kreatif serta relevan,” Ungkap Prof. Dr. Ike Revita.
Capaian Arya dan tim juga menunjukkan pentingnya ruang kolaborasi lintas disiplin bagi mahasiswa. Gagasan yang lahir dari pertemuan berbagai perspektif dapat membuka kemungkinan baru dalam melihat persoalan dan mengembangkan solusi yang lebih kontekstual.
Bagi FIB Unand, prestasi tersebut menjadi bagian dari capaian mahasiswa yang tidak hanya menunjukkan kemampuan akademik, tetapi juga kreativitas, keberanian berkompetisi, dan kemampuan bekerja sama. Keberhasilan Arya bersama dua mahasiswa FEB Unand sekaligus memperlihatkan bahwa mahasiswa dari bidang humaniora dapat mengambil bagian dalam pengembangan gagasan inovatif yang bersinggungan dengan berbagai sektor kehidupan.
Melalui prestasi tersebut, Arya Alghifari dan timnya membuktikan bahwa sebuah gagasan dapat berangkat dari hal-hal sederhana di sekitar, kemudian dikembangkan melalui kreativitas, kolaborasi, dan keberanian untuk melihat peluang dari sudut pandang yang berbeda. Wein Fresh Box menjadi salah satu contoh bagaimana potensi komoditas pertanian dapat diterjemahkan menjadi gagasan inovasi yang memiliki nilai tambah.

Gambar 2. Arya Alghifari, Alif Althaf Rabbani, dan Vineshya Haniefah mendapatkan penghargaan best idea essay pada National Agricultural Competition 2026