FBBN II LPK Unand Resmi Dibuka, Bahasa Jadi Ruang Kolaborasi dan Respons terhadap Krisis Ekologi

Gambar 1. Pembukaan FBBN II LPK Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Padang, 2 Oktober 2026

Labor Penulisan Kreatif (LPK) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas kembali menyelenggarakan Festival Bulan Bahasa Nasional II (FBBN II) Universitas Andalas. Rangkaian kegiatan resmi dibuka pada Jumat (2/10) di Ruang Seminar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dengan mengangkat tema “Bahasa dalam Ingatan: Membaca Isyarat Alam, Merespons Krisis Ekologi.”

Pembukaan FBBN II dihadiri Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas Alex Darmawan, S.S., M.A., yang mewakili Dekan FIB Unand Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP., Pembina LPK Roma Kyo Kae Saniro, S.S., M.Hum., Ketua Umum LPK Nada Aprila Kurnia, para narasumber kuliah umum, panitia, peserta, dan tamu undangan.

FBBN II berlangsung sejak 2 Oktober hingga 13 November 2026 sebagai bagian dari peringatan Bulan Bahasa. Tahun ini, rangkaian kegiatan dikembangkan melalui lomba daring tingkat nasional bagi mahasiswa, lomba luring bagi siswa SMA/sederajat se-Sumatera Barat, serta pengabdian kepada masyarakat.

Lomba daring yang berlangsung pada 2–31 Oktober mencakup tiga cabang, yaitu Cipta Puisi, Cipta Cerpen, dan Cipta Esai. Sementara itu, lomba luring Baca Puisi bagi siswa dan siswi SMA/sederajat se-Sumatera Barat akan dilaksanakan pada 13 November sebagai puncak rangkaian FBBN II.

Selain perlombaan, FBBN II juga menghadirkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa sosialisasi mengenai bahasa dan ekologi kepada siswa SMA. Kegiatan tersebut menjadi upaya untuk membawa tema FBBN II ke ruang pendidikan dan masyarakat sekaligus menumbuhkan kepekaan generasi muda terhadap persoalan ekologis.

Pembukaan FBBN II dirangkaikan dengan kuliah umum yang diselenggarakan melalui kerja sama dengan Program Studi Sastra Indonesia Universitas Andalas. Kuliah umum menghadirkan tiga narasumber, yaitu Dr. Ronidin, S.S., M.A., Leni Syafyahya, S.S., M.Hum., dan Dr. Aslinda, M.Hum.

Gambar 2. Kuliah Umum Bersama Program Studi sastra Indonesia dalam rangka FBBN II LPK Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Kolaborasi dengan Program Studi Sastra Indonesia dipilih karena tema FBBN II memiliki keterkaitan erat dengan kajian bahasa dan lingkungan, serta didukung oleh kepakaran yang berkembang di Fakultas Ilmu Budaya, khususnya di Program Studi Sastra Indonesia. Meski demikian, pelaksanaan FBBN II tidak terbatas pada satu program studi maupun satu fakultas.

Sebanyak 61 mahasiswa dari berbagai jurusan dan fakultas di Universitas Andalas terlibat sebagai panitia. Perluasan keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ruang kolaborasi lintas disiplin, dengan bahasa ditempatkan bukan sebagai pembatas, melainkan sebagai pemersatu.

Kuliah umum juga diarahkan sebagai ruang untuk memperluas pemahaman peserta mengenai tema FBBN II sekaligus menjadi sumber referensi dan pemantik gagasan dalam menghasilkan karya. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya mampu berkarya, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap isu ekologis yang tengah dihadapi Indonesia.

FBBN tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah sebelumnya digagas oleh Rosidatul Arifah, S.Hum. Jika pada penyelenggaraan pertama kepanitiaan masih berasal dari internal LPK dan perlombaan hanya dilaksanakan secara daring bagi mahasiswa, FBBN II memperluas ruang keterlibatan dengan membuka kepanitiaan bagi mahasiswa Universitas Andalas secara umum serta menghadirkan kompetisi luring bagi pelajar.

Ketua Umum LPK, Nada Aprila Kurnia, menyebut perkembangan tersebut sebagai bagian dari upaya menjadikan FBBN sebagai ruang belajar dan kolaborasi bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang. “Bagi kami, hal ini menjadi salah satu bentuk perkembangan FBBN sebagai ruang kolaborasi, sekaligus kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk belajar dan bekerja bersama,” ujarnya.

Perluasan bentuk kegiatan dan keterlibatan peserta diharapkan dapat menghasilkan karya yang tidak hanya bernilai kreatif, tetapi juga merefleksikan kepedulian terhadap persoalan lingkungan. FBBN II menargetkan lahirnya pengkarya yang mampu membaca isu di sekitarnya dan menerjemahkannya ke dalam karya bahasa dan sastra.

Ketua Pelaksana FBBN II, Nikicha Myomi Chairanti, berharap rangkaian kegiatan yang telah disiapkan dapat meninggalkan lebih dari sekadar pelaksanaan sebuah acara. “FBBN II tidak hanya menjadi sebuah rangkaian kegiatan, tetapi juga menjadi ruang yang meninggalkan gagasan, karya, dan kesadaran bagi setiap orang yang terlibat di dalamnya,” ungkapnya.

Setelah pembukaan, rangkaian FBBN II akan dilanjutkan dengan lomba daring tingkat nasional, pengabdian kepada masyarakat, dan ditutup melalui lomba Baca Puisi tingkat SMA/sederajat se-Sumatera Barat pada 13 November 2026. Melalui rangkaian tersebut, FBBN II berupaya mempertemukan bahasa, kreativitas, kolaborasi, dan kepedulian terhadap persoalan ekologis dalam satu ruang perayaan Bulan Bahasa.

Penulis: LPK FIB Unand