Melangkah ke Usia 44 Tahun, FIB Unand Dorong Riset Global Berakar pada Kearifan Lokal

Gambar 1. Sidang senat terbuka yang dipimpin oleh Ketua Senat FIB Unand, Prof. Dr. Nadra, M.S. bersama dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP

Padang, 6 Maret 2026 — Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas menyelenggarakan Dies Natalis ke-44 pada Jumat (6/3) di Ruang Seminar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan institusi sekaligus peneguhan arah pengembangan akademik ke depan. Mengusung tema “Bapucuak ka Ateh, Baurek ka Bawah; Menuju Keunggulan Intelektual, Mengakar pada Kearifan Lokal,” peringatan tahun ini menegaskan pentingnya pertumbuhan akademik yang progresif dengan fondasi nilai budaya yang kuat.

Kegiatan Dies Natalis dihadiri oleh pimpinan fakultas, antara lain Dekan Fakultas Ilmu Budaya Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP., Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A, Ph.D., serta Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A. Turut hadir pula anggota senat fakultas yang diketuai oleh Prof. Dr. Nadra, M.S., para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta mitra kerja sama.

Rangkaian kegiatan Dies Natalis meliputi Sidang Senat Terbuka, orasi ilmiah, serta pertunjukan seni budaya yang melibatkan mahasiswa dan komunitas mitra. Pada kesempatan tersebut, Wulan Fauzanna, S.S., M.EIL., Ph.D. menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Bahasa Inggris sebagai Instrumen Penguatan Profesionalisme di ASEAN dalam Perspektif Genre.” Orasi ini mengkaji peran bahasa Inggris sebagai sarana komunikasi profesional di kawasan ASEAN serta pentingnya pemahaman genre dalam praktik komunikasi akademik dan profesional lintas budaya.

Dalam paparannya, Wulan Fauzanna menekankan bahwa pendekatan genre memungkinkan analisis yang lebih mendalam terhadap praktik komunikasi profesional, khususnya dalam konteks global yang semakin kompleks. Menurutnya, penguasaan bahasa Inggris tidak hanya berkaitan dengan kompetensi linguistik, tetapi juga pemahaman terhadap konvensi wacana yang berkembang dalam komunitas profesional. “Pendekatan genre membantu kita memahami bagaimana bahasa digunakan secara strategis dalam berbagai praktik profesional di ASEAN. Dengan memahami pola retorika dan fungsi sosial teks, kita dapat memperkuat kompetensi komunikasi yang tidak hanya efektif, tetapi juga kontekstual,” ujar Wulan Fauzanna, S.S., M.EIL., Ph.D. dalam orasi ilmiahnya.

Gambar 2. Orasi ilmiah oleh Ibu Wulan Fauzanna, S.S., M.EIL., Ph.D.

Tema Dies Natalis tahun ini mengandung dua gagasan utama. Pertama, penguatan kapasitas intelektual melalui riset, publikasi ilmiah, serta kolaborasi lintas disiplin yang responsif terhadap perkembangan global. Kedua, komitmen untuk menjaga dan mengembangkan kearifan lokal sebagai basis etika, identitas, dan kontribusi keilmuan yang kontekstual.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP., menegaskan bahwa usia ke-44 merupakan penanda kematangan institusi dalam membangun tradisi akademik yang kuat. “Empat puluh empat tahun perjalanan Fakultas Ilmu Budaya bukan sekadar catatan waktu, melainkan cerminan dari proses panjang dalam membangun tradisi akademik yang berbasis riset, pengabdian kepada masyarakat, dan integritas keilmuan. FIB Unand diarahkan untuk memperkuat tata kelola akademik, meningkatkan kualitas luaran penelitian, serta memperluas jejaring nasional dan internasional,” ungkap Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Sementara itu, Ketua Senat Fakultas Ilmu Budaya, Prof. Dr. Nadra, M.S., menekankan bahwa Dies Natalis juga menjadi ruang refleksi akademik bagi seluruh sivitas akademika. “Dies Natalis bukan hanya perayaan institusional, melainkan juga momentum refleksi akademik. Fakultas harus terus menjaga kualitas tradisi keilmuan, memperkuat integritas akademik, dan memastikan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan tetap berakar pada nilai-nilai budaya yang menjadi identitas kita,” ujar Prof. Nadra, M.S.

Gambar 3. Senat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Sebagai bagian dari agenda strategis pengembangan fakultas, FIB Universitas Andalas juga menargetkan peningkatan akreditasi program studi, penguatan kurikulum berbasis capaian pembelajaran (Outcome-Based Education), serta pengembangan pusat-pusat kajian strategis yang relevan dengan isu kebudayaan, bahasa, sejarah, dan arkeologi.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas sebagai pusat rujukan keilmuan di bidang humaniora, baik di tingkat regional maupun nasional. Selain itu, penguatan jejaring akademik internasional juga menjadi prioritas guna meningkatkan kontribusi fakultas dalam percaturan ilmu pengetahuan global.

Melalui peringatan Dies Natalis ke-44, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh sebagai institusi akademik yang adaptif terhadap perubahan zaman, sekaligus tetap berakar kuat pada nilai-nilai budaya yang menjadi identitas bangsa.

FIB Unand Sambut Kepala Seksi Keuangan dan Aset yang Baru

Gambar 1. Dekan FIB Unand bersama Kepala Seksi Keuangan dan Aset FIB Unand, Yunafrita Haroma, A.Md.

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) melaksanakan kegiatan penyambutan Kepala Seksi (Kasi) Keuangan dan Aset yang baru pada Jumat, 27 Februari 2026, bertempat di Ruang Dekan FIB Unand. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses transisi dan penguatan tata kelola administrasi keuangan serta pengelolaan aset di lingkungan fakultas.

Acara penyambutan dihadiri oleh Dekan FIB Unand Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A., Kepala Kantor Dafruddin, S.Pt., M.M., serta Kepala Seksi Keuangan dan Aset sebelumnya, Ahmad Zaki, S.E. Kehadiran unsur pimpinan fakultas dalam kegiatan ini menegaskan pentingnya kesinambungan tata kelola keuangan yang profesional, akuntabel, dan transparan.

Secara struktural, jabatan Kasi Keuangan dan Aset memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran administrasi fakultas, khususnya dalam pengelolaan anggaran, pelaporan keuangan, serta pencatatan dan pemeliharaan aset institusi. Pergantian pejabat di posisi ini diharapkan mampu menjaga konsistensi sistem sekaligus meningkatkan efektivitas layanan administrasi.

Dalam sambutannya, Dekan FIB Unand menyampaikan apresiasi kepada pejabat sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan amanah di bidang keuangan dan aset. “Pengelolaan keuangan dan aset merupakan fondasi penting dalam mendukung seluruh aktivitas akademik. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ahmad Zaki, S.E. atas pengabdian dan kerja kerasnya. Kepada pejabat yang baru, kami berharap dapat melanjutkan serta menyempurnakan sistem yang telah berjalan dengan prinsip akuntabilitas dan profesionalisme,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Sementara itu, Kepala Kantor FIB Unand, Dafruddin, S.Pt., M.M., menegaskan bahwa koordinasi antarunit menjadi kunci dalam menjaga tertib administrasi dan pengelolaan aset. “Sinergi antara pimpinan, manajer, dan unit keuangan sangat penting agar setiap proses administrasi berjalan efektif dan sesuai regulasi yang berlaku,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ahmad Zaki, S.E. menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan pimpinan dan rekan kerja selama masa tugasnya. Ia berharap sistem yang telah dibangun dapat terus dikembangkan untuk mendukung tata kelola fakultas yang semakin baik.

Kegiatan penyambutan ini berlangsung dalam suasana formal dan penuh kebersamaan, sekaligus menjadi momentum refleksi atas pentingnya integritas dan ketelitian dalam pengelolaan administrasi keuangan institusi pendidikan tinggi.

Melalui kegiatan ini, FIB Unand menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola administrasi yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan akademik di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.

FIB Unand Laksanakan Audit Mutu Internal oleh LPPM Unand Tahun 2026

Gambar 1. Tim auditor LPPM Universitas Andalas, Dr. Elva Ronaning Roem, M.Si. dan Dr. Verinita, S.E., M.Si.

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas melaksanakan Audit Mutu Internal (AMI) oleh Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu (LPPM) Universitas Andalas pada Selasa, 24 Februari 2026, bertempat di Ruang Sidang FIB Unand. Kegiatan ini merupakan bagian dari siklus penjaminan mutu internal universitas yang bertujuan memastikan keterlaksanaan standar akademik, tata kelola, serta peningkatan kualitas berkelanjutan di lingkungan fakultas.

Audit dibuka secara resmi oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, dan dihadiri oleh Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A., serta Ketua Gugus Penjaminan Mutu (GPM) FIB Unand, Aulia Rahman, S.S., M.A. Kehadiran pimpinan fakultas dan pengelola mutu menunjukkan kesiapan institusi dalam menjalani proses evaluasi secara terbuka, objektif, dan berbasis bukti.

Dari LPPM Universitas Andalas, tim auditor yang hadir terdiri atas Dr. Elva Ronaning Roem, M.Si. sebagai Auditor I dan Dr. Verinita, S.E., M.Si. sebagai Auditor II. Keduanya melakukan audit terhadap implementasi standar mutu akademik dan nonakademik di FIB Unand sesuai dengan instrumen dan pedoman Audit Mutu Internal Universitas Andalas.

Secara konseptual, Audit Mutu Internal merupakan instrumen evaluasi sistematis yang dirancang untuk menilai kesesuaian pelaksanaan kegiatan tridarma perguruan tinggi dengan standar yang telah ditetapkan. Proses ini tidak hanya berfungsi sebagai kontrol administratif, tetapi juga sebagai mekanisme refleksi institusional dalam rangka perbaikan berkelanjutan (continuous quality improvement).

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan Dekan FIB Unand, dilanjutkan dengan pemaparan umum mengenai capaian kinerja fakultas, sistem penjaminan mutu, serta tindak lanjut atas rekomendasi audit sebelumnya. Setelah itu, tim auditor melakukan penelaahan dokumen, klarifikasi data, serta diskusi bersama unit-unit terkait, termasuk pengelola program studi dan unsur tata kelola fakultas.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP menegaskan bahwa audit mutu internal merupakan bagian dari budaya akademik yang harus dipandang sebagai upaya peningkatan kualitas, bukan sekadar kewajiban administratif. “Audit Mutu Internal adalah ruang refleksi dan penguatan sistem. Melalui proses ini, kita dapat memastikan bahwa tata kelola akademik berjalan sesuai standar serta terus berkembang secara terukur dan berkelanjutan. Mutu harus dibangun melalui sistem yang terdokumentasi, terintegrasi, dan konsisten,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.  

Sementara itu, Dr. Elva Ronaning Roem, M.Si., menyampaikan bahwa Audit Mutu Internal bertujuan membantu unit kerja mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan. “Audit bukanlah proses mencari kesalahan, melainkan memastikan bahwa standar mutu diterapkan secara efektif dan terdokumentasi dengan baik. Hasil audit akan menjadi dasar perumusan rekomendasi untuk peningkatan kualitas,” jelasnya.

Ketua GPM FIB Unand, Aulia Rahman, S.S., M.A., juga menyampaikan bahwa audit menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi internal serta menyempurnakan sistem dokumentasi mutu di lingkungan fakultas. “Hasil audit akan kami jadikan bahan evaluasi dan perbaikan bersama agar siklus penjaminan mutu berjalan lebih efektif dan sistematis,” tuturnya.

Gambar 2. Foto bersama pimpinan FIB Unand bersama tim auditor LPPM Universitas Andalas

Melalui pelaksanaan Audit Mutu Internal ini, FIB Unand menegaskan komitmennya dalam membangun tata kelola akademik yang profesional, transparan, dan akuntabel. Kegiatan ini diharapkan menjadi landasan strategis dalam menjaga serta meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li. 

FIB Unand Melepas Mahasiswa Magang ke Balai Bahasa Provinsi Bali

Gambar 1. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP secara resmi melepas mahasiswa magang ke Balai Bahasa Provinsi Bali

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) secara resmi melepas mahasiswa magang ke Balai Bahasa Provinsi Bali pada Kamis, 12 Februari 2026, bertempat di Ruang Sidang FIB Unand. Kegiatan pembekalan sekaligus pelepasan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang dirancang untuk memperkuat kompetensi akademik mahasiswa melalui praktik langsung di lembaga kebahasaan nasional.

Acara dibuka oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, dan dihadiri oleh Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., serta Ketua Unit MBKM, Dhiant Asri, S.S., M.Hum. Kehadiran pimpinan fakultas dalam kegiatan ini menegaskan dukungan institusi terhadap penguatan kapasitas mahasiswa melalui kolaborasi dengan lembaga eksternal.

Mahasiswa yang akan melaksanakan magang di Balai Bahasa Provinsi Bali adalah Adinda Septiana dan Agusma Razi dari Program Studi Sastra Indonesia, serta Nurhidayati Rahayu dari Program Studi Sastra Inggris. Selama masa magang, mahasiswa akan terlibat dalam berbagai kegiatan kebahasaan dan kesastraan, termasuk dokumentasi, pengembangan bahasa, serta dukungan terhadap program literasi dan pelestarian bahasa daerah yang menjadi bagian dari tugas dan fungsi Balai Bahasa.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP menegaskan bahwa program magang ini tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kewajiban akademik, tetapi juga sebagai ruang pembentukan kompetensi profesional mahasiswa. “Magang di Balai Bahasa Provinsi Bali merupakan kesempatan strategis bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan teori yang dipelajari di kelas dengan praktik kerja nyata. Pengalaman ini diharapkan memperluas wawasan akademik sekaligus membentuk sikap profesional dan tanggung jawab ilmiah,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam lembaga kebahasaan pemerintah akan memperkuat pemahaman mereka terhadap dinamika pengembangan bahasa dan sastra di tingkat nasional, sekaligus membuka peluang jejaring profesional yang relevan dengan bidang keilmuan humaniora.  

Perwakilan mahasiswa magang, Adinda Septiana, menyampaikan bahwa kesempatan ini menjadi pengalaman penting dalam perjalanan akademiknya. “Kami memandang magang ini sebagai ruang belajar yang nyata. Melalui keterlibatan langsung di Balai Bahasa, kami berharap dapat mengasah keterampilan analisis, penulisan, serta memahami tata kelola kebahasaan secara profesional,” ujarnya. 

Gambar 2. Mahasiswa magang di Balai Bahasa Provinsi Bali, Adinda Septiana, Agusma Razi, dan Nurhidayati Rahayu

Melalui kegiatan ini, FIB Unand kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang terintegrasi antara teori dan praktik. Program magang di Balai Bahasa Provinsi Bali diharapkan menjadi bagian dari proses pembentukan lulusan yang kompeten, adaptif, dan mampu berkontribusi dalam pengembangan bahasa dan sastra di tingkat nasional.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.

FIB Unand Melapas Mahasiswa Credit Earning ke Lima Universitas Terbaik Indonesia

Gambar 1. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP melepas mahasiswa yang akan mengikuti program Credit Earning

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) melaksanakan kegiatan pembekalan sekaligus pelepasan mahasiswa Program Credit Earning (CE) pada Rabu, 12 Februari 2026, bertempat di Ruang Sidang FIB Unand. Program ini merupakan bagian dari penguatan mobilitas akademik nasional yang memungkinkan mahasiswa mengikuti perkuliahan di perguruan tinggi mitra dan memperoleh pengakuan kredit akademik yang dikonversikan ke dalam sistem pembelajaran di FIB Unand.

Kegiatan pelepasan dibuka secara resmi oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, dan dihadiri oleh Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A., pengelola mahasiswa Credit Earning Dhiant Asri, S.S., M.Hum., serta sejumlah Ketua Program Studi di lingkungan FIB Unand.

Sebanyak sebelas mahasiswa FIB Unand akan melaksanakan perkuliahan di lima perguruan tinggi terbaik di Indonesia, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Airlangga (Unair).

Mahasiswa yang mengikuti program Credit Earning di Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah Noor Alifah dari Program Studi Sastra Indonesia. Di Universitas Diponegoro (Undip), terdapat lima mahasiswa, yaitu Hasbi Witir (Sastra Indonesia), Sufrika Sari (Sejarah), Afny Dwi Sahira (Sastra Indonesia), Azizah Andriani (Sastra Indonesia), serta Nakhilla Aqsha (Sastra Inggris).

Sementara itu, di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), program ini diikuti oleh Bunga Delya Azmadi dan Putri Dwi Septiani, keduanya dari Program Studi Sastra Indonesia. Di Universitas Sebelas Maret (UNS), Shandi Herdian dari Program Studi Sastra Minangkabau dan di Universitas Airlangga (UNAIR), terdapat dua mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, yaitu Fauziah Yuliantika dan Ashifa Desfania Zulni.

Dalam sambutannya, Dekan FIB Unand menegaskan bahwa program Credit Earning bukan sekadar perpindahan tempat belajar, melainkan bagian dari strategi akademik untuk memperluas cakrawala intelektual mahasiswa. “Credit Earning adalah ruang pembelajaran yang memperluas pengalaman akademik mahasiswa. Mereka tidak hanya belajar di kampus tujuan, tetapi juga membawa identitas dan integritas akademik FIB Unand. Kami berharap pengalaman ini memperkuat kompetensi ilmiah sekaligus jejaring akademik mereka,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Lebih lanjut, pengelola program CE, Dhiant Asri, S.S., M.Hum., menjelaskan bahwa pelaksanaan program telah melalui proses koordinasi akademik yang sistematis, termasuk penyesuaian kurikulum dan konversi mata kuliah. Mahasiswa juga diberikan pembekalan terkait etika akademik lintas institusi serta strategi adaptasi pembelajaran agar proses perkuliahan di kampus tujuan dapat berjalan optimal.

Gambar 2. Mahasiswa FIB Unand yang akan melaksakan program Credit Earning ke-5 kampus terbaik di Indonesia

Program Credit Earning ini menjadi langkah konkret FIB Unand dalam membangun atmosfer akademik yang dinamis, kolaboratif, dan terbuka terhadap pertukaran gagasan. Melalui mobilitas mahasiswa ke perguruan tinggi unggulan nasional, FIB Unand terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan lulusan yang adaptif, kompetitif, serta siap berkontribusi di tingkat nasional maupun global.

Humas FIB Unand Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.

FIB Unand Perkuat Rekognisi Pembelajaran Lampau melalui Kunjungan Akademik ke BPK Sumbar Wilayah III

Gambar 1. Penyerahan Cinderamata Dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Sumatera Barat Wilayah III ke FIB Unand

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) melaksanakan kunjungan akademik dan silaturahmi ke Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Sumatera Barat Wilayah III dalam rangka sosialisasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk Program Pascasarjana di lingkungan FIB Unand. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pegawai BPK mengenai peluang melanjutkan pendidikan pada Program Magister (S2) dan Doktor (S3) dengan pengakuan atas pengalaman kerja dan pembelajaran nonformal yang telah dimiliki.

Kegiatan sosialisasi ini dipandu oleh jajaran Ketua Program Studi Pascasarjana FIB Unand, yaitu Ketua Program Studi Magister Kajian Budaya, Sudarmoko, S.S., M.A., Ph.D., Ketua Program Studi Magister Kajian Sejarah, Dr. Drs. Nopriyasman, M.Hum., serta Ketua Program Studi Magister Susastra, Prof. Ferdinal, M.A., Ph.D. Kehadiran para pimpinan program studi tersebut menegaskan komitmen FIB Unand dalam memperluas akses pendidikan pascasarjana yang relevan dan berbasis praktik profesional.

Dalam pemaparannya, Sudarmoko, S.S., M.A., Ph.D. menjelaskan bahwa skema Rekognisi Pembelajaran Lampau memungkinkan pengalaman kerja pegawai Balai Pelestarian Kebudayaan, seperti kegiatan pendokumentasian, pelestarian, penelitian, dan pengelolaan warisan budaya, diakui sebagai bagian dari capaian pembelajaran akademik. Menurutnya, RPL menjadi jembatan antara praktik profesional dan penguatan kapasitas akademik yang sistematis.

Ketua Program Studi Magister Kajian Sejarah FIB Unand, Dr. Drs. Nopriyasman, M.Hum., menegaskan relevansi keilmuan sejarah dengan tugas dan fungsi Balai Pelestarian Kebudayaan. “Pegawai BPK memiliki pengalaman lapangan yang sangat kuat dalam pendokumentasian dan pelestarian sejarah. Melalui pendidikan magister, pengalaman tersebut dapat diperkaya dengan kerangka metodologis dan analisis ilmiah yang lebih sistematis,” jelas Dr. Drs. Nopriyasman, M.Hum.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Ferdinal, M.A., Ph.D. menyampaikan bahwa kajian susastra dan humaniora memiliki peran strategis dalam memahami makna kebudayaan melalui teks, narasi, dan ekspresi budaya. Ia menilai bahwa pengalaman empiris pegawai BPK merupakan modal penting yang dapat dikembangkan menjadi riset akademik yang berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan kebudayaan.

Kegiatan sosialisasi berlangsung secara dialogis, ditandai dengan diskusi aktif mengenai mekanisme RPL, proses akademik pascasarjana, serta relevansi penelitian dengan tugas dan tanggung jawab pegawai Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Barat Wilayah III. Selain sebagai forum informasi, kunjungan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan hubungan kelembagaan antara FIB Unand dan BPK Sumatera Barat Wilayah III.  

Gambar 2. Foto bersama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Sumatera Barat Wilayah III

Melalui kegiatan ini, FIB Unand menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif terhadap kebutuhan praktisi kebudayaan. Sosialisasi Rekognisi Pembelajaran Lampau diharapkan mampu mendorong peningkatan kualifikasi akademik pegawai Balai Pelestarian Kebudayaan sekaligus memperkuat kontribusi kajian humaniora dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan nasional.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.