Dosen FIB Unand Kembali Raih Pendanaan Penelitian Universitas Andalas Tahun 2026

 

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) kembali menunjukkan produktivitas akademiknya melalui keberhasilan sejumlah dosen memperoleh pendanaan Program Penelitian Universitas Andalas Tahun 2026. Pendanaan ini menjadi bagian dari upaya penguatan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam mendorong riset yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, budaya, sejarah, linguistik, serta kajian humaniora yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Program pendanaan tersebut diberikan kepada dosen-dosen FIB Unand dari berbagai skema penelitian, mulai dari Penelitian Tesis Magister, Penelitian Dosen Pemula, hingga Penelitian Unggulan Jalur Kepakaran. Ragam skema ini menunjukkan keberagaman fokus kajian yang berkembang di lingkungan akademik FIB Unand.

Pada skema Penelitian Tesis Magister, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., memperoleh pendanaan melalui penelitian berjudul “Penerjemahan Verba Modal dalam Teks Hukum Indonesia-Inggris: Analisis Berbasis Korpus dengan Pendekatan Linguistik Fungsional Sistemik.” Penelitian ini menyoroti aspek linguistik dalam penerjemahan hukum yang memiliki peran penting dalam komunikasi lintas bahasa dan sistem hukum.

Dalam kategori Penelitian Dosen Pemula, Romi Arif, M.Hum. berhasil memperoleh pendanaan melalui penelitian bertajuk “Konversi Hutan dan Ekspansi Pertanian Padi di Dharmasraya, Sumatera Barat (1905–1942).” Kajian tersebut berfokus pada dinamika perubahan lanskap lingkungan dan sejarah agraria di Sumatera Barat.

Masih dalam skema yang sama, S. Wani Maler, S.S., M.A. mengembangkan penelitian berjudul “Analisis Komposisi Pigmen Gambar Cadas Gua Basurek Solok Menggunakan XRF untuk Mengidentifikasi Superimposisi Warna.” Penelitian ini memadukan pendekatan humaniora dan teknologi dalam mengungkap aspek arkeologi visual serta warisan budaya prasejarah.

Sementara itu, Septi Utami, S.S., M.A. memperoleh pendanaan melalui penelitian “Analisis Teror dan Kekacauan di Kota Jambi untuk Menelaah Kejahatan Akar Rumput Tahun 1948–1958.” Kajian tersebut mengangkat perspektif sejarah sosial-politik yang berfokus pada dinamika konflik lokal pascakemerdekaan.

Pada skema Penelitian Unggulan Jalur Kepakaran, Dr. Wuri Syaputri, M.Pd. meraih pendanaan untuk penelitian berjudul “Pengembangan Linguistic Sustainability Model (LSM) Berbasis Lanskap Linguistik Multibahasa di Kota Padang.” Penelitian ini menyoroti keberlanjutan bahasa dalam ruang publik multibahasa sebagai bagian dari penguatan identitas linguistik perkotaan.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan apresiasi terhadap capaian dosen yang berhasil memperoleh pendanaan penelitian. “Pendanaan penelitian merupakan bentuk pengakuan terhadap kualitas gagasan akademik dosen. Hal ini menunjukkan bahwa riset humaniora memiliki kontribusi penting dalam menjawab persoalan sosial, budaya, dan kebahasaan yang berkembang di masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan tersebut juga menjadi indikator meningkatnya budaya riset di lingkungan fakultas. “Kami berharap penelitian yang dilakukan tidak berhenti pada luaran akademik semata, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat,” tambah Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Keberhasilan dosen FIB Unand dalam memperoleh pendanaan penelitian tahun 2026 menunjukkan komitmen fakultas dalam memperkuat ekosistem akademik berbasis riset. Berbagai tema yang diangkat tidak hanya mencerminkan keberagaman disiplin ilmu humaniora, tetapi juga memperlihatkan relevansi kajian budaya, bahasa, sejarah, dan lingkungan terhadap isu-isu kontemporer.

Melalui capaian ini, FIB Unand terus menegaskan posisinya sebagai institusi akademik yang aktif menghasilkan penelitian berkualitas serta berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

Belajar Fonologi Langsung di Lapangan, Mahasiswa FIB Unand Teliti Variasi Bunyi Bahasa di Riau

Gambar 1. Kuliah Lapangan Mata Kuliah Fonologi kelas B Program Studi Sastra Indonesia FIB Unand

Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas melaksanakan Kuliah Lapangan Mata Kuliah Fonologi Kelas B Tahun 2026 sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik lapangan. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat, 24 April hingga Minggu, 26 April 2026, dengan lokasi penelitian di Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.

Kuliah lapangan ini diikuti oleh mahasiswa Mata Kuliah Fonologi Kelas B Program Studi Sastra Indonesia FIB Unand di bawah bimbingan dosen pengampu Dr. Aslinda, M.Hum. Kegiatan turut didampingi oleh beberapa dosen pembimbing, yaitu Dra. Noviatri, M.Hum., Andina Meutia Hawa, M.Hum., Ahmad Hamidi, S.Pd., M.Hum., dan Dr. Ronidin, S.S., M.A. Selain itu, mahasiswa juga dibimbing oleh kakak pendamping, yakni Nada Aprila Kurnia, M. Subarkah, S.Hum., dan Tomi Pratama.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengaplikasikan teori fonologi yang telah dipelajari di kelas ke dalam konteks penggunaan bahasa di masyarakat. Mahasiswa melakukan pengamatan langsung terhadap variasi bunyi bahasa dalam tuturan masyarakat, sekaligus melatih keterampilan penelitian linguistik seperti wawancara, pencatatan data, serta perekaman tuturan.

Rombongan tiba di lokasi penelitian pada Sabtu pagi dan disambut di Kantor Desa Rambah oleh Sekretaris Desa, Wahyu Budiman, S.T., serta Ibunda Rita, yang turut membantu proses koordinasi lapangan. Setelah pembukaan dan penyambutan, mahasiswa langsung melaksanakan pengumpulan data dengan cara membentuk kelompok penelitian yang berjumlah sembilan kelompok.

Setiap kelompok mewawancarai dua informan, sehingga total terdapat 18 informan yang menjadi sumber data penelitian. Wawancara dilakukan di berbagai lokasi, termasuk rumah informan dan area sekitar Masjid Agung Islamic Centre. Salah satu kelompok, yang didampingi Nada Aprila Kurnia, melakukan wawancara dengan pasangan penduduk asli setempat, Bapak Suwardi dan Ibu Daswati.

Kegiatan penelitian berlangsung hingga sore hari. Setelah kembali ke penginapan, mahasiswa melanjutkan proses analisis awal dengan mencocokkan hasil rekaman wawancara dengan simbol alfabet fonetik guna memastikan akurasi data.

Dosen pengampu mata kuliah, Dr. Aslinda, M.Hum., menjelaskan bahwa kuliah lapangan merupakan bagian penting dalam pembelajaran linguistik. “Fonologi tidak cukup dipahami secara teoritis. Mahasiswa perlu melihat langsung bagaimana bunyi bahasa digunakan dalam komunikasi sehari-hari agar mereka memahami variasi bahasa secara nyata,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang kakak pendamping Nada Aprila Kurnia menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi mahasiswa. “Kesempatan ini sangat berharga karena mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga belajar berinteraksi dengan masyarakat dan mengumpulkan data secara langsung. Di awal mereka masih malu bertanya, tetapi pada akhirnya justru menjadi kelompok yang paling antusias,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial, komunikasi, dan kerja tim dalam proses penelitian lapangan. Kuliah lapangan menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap kajian linguistik.

Dosen FIB Unand Lolos Pendanaan Program BIMA 2026, Perkuat Riset dan Pengabdian Masyarakat

Gambar 1. Dosen FIB Unand Lolos Pendanaan Program BIMA 2026

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) kembali menunjukkan capaian akademik melalui keberhasilan sejumlah dosen dalam memperoleh pendanaan Program BIMA (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Tahun Anggaran 2026. Program ini merupakan skema pendanaan nasional yang mendukung kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi.

Keberhasilan ini melibatkan beberapa dosen FIB Unand sebagai ketua pengusul dalam berbagai skema penelitian dan pengabdian. Di antaranya adalah Prof. Ferdinal, M.A., Ph.D., dengan penelitian berjudul “Eksplorasi Relasi Mitos dan Ruang Perempuan untuk Memperkuat Peran Perempuan dalam Budaya Patriarki Pacu Jawi di Sumatera Barat” dalam skema Penelitian Fundamental (lanjutan).

Selanjutnya, Prof. Dr. Silvia Rosa, M.Hum. juga memperoleh pendanaan melalui penelitian berjudul “Menyingkap Kesenjangan Posisi Perempuan dalam Tambo, Sejarah, dan Realitas Sosial Minangkabau: Analisis terhadap Narasi Budaya tentang Perempuan” pada skema Penelitian Fundamental (lanjutan).

Pada skema Penelitian Terapan, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. mengusulkan penelitian berjudul “Pengembangan Model Linguistik Komunikasi Darurat Berbasis Lokal pada Masyarakat Minangkabau Pascagalodo” yang berfokus pada penguatan komunikasi berbasis kearifan lokal dalam situasi kebencanaan.

Sementara itu, Dr. Sawirman, M.Hum. melalui skema Penelitian Fundamental (baru) mengembangkan inovasi digital melalui penelitian “Pengembangan Aplikasi KIMI untuk Penerbitan 4.500 Register Perkebunan Kamus Trilingual (Indonesia–Minangkabau–Inggris) Berdimensi Virtual Influencer dan Bergambar”.

Dari bidang sejarah dan sosial-politik, Dr. Drs. Nopriyasman, M.Hum. memperoleh pendanaan untuk dua skema penelitian, yakni penelitian fundamental berjudul “Ketahanan Menghadapi Bencana Berbasis Adat: Integrasi Pengetahuan Sosio-Historis dan Kesehatan Tradisional dalam Penanggulangan Bencana Pascagempa Pasaman Barat 2022”, serta skema Penelitian Tesis Magister dengan judul “Menegosiasikan Akar Beringin: Adaptasi Politik Golkar di Sumatera Barat dalam Menghadapi Tantangan Konflik Masa Transisi, 1999–2004”.

Selain itu, pada bidang pengabdian kepada masyarakat, Sudarmoko, S.S., M.A., Ph.D. memperoleh pendanaan dalam skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat dengan program “Pendokumentasian dan Pewarisan Tari Adok di Kabupaten Solok, Sumatera Barat”.

Secara keseluruhan, capaian ini menunjukkan keberagaman fokus riset FIB Unand, mulai dari isu gender, budaya, bahasa, teknologi digital, hingga kebencanaan dan pelestarian seni tradisi. Hal ini mencerminkan kontribusi nyata bidang humaniora dalam menjawab tantangan sosial dan budaya secara kontekstual.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan apresiasi atas capaian para dosen sebagai bagian dari penguatan kualitas tridarma perguruan tinggi. “Keberhasilan ini menunjukkan kapasitas akademik dosen FIB Unand dalam menghasilkan riset yang relevan dan berdampak. Program BIMA menjadi ruang strategis untuk mengembangkan penelitian dan pengabdian yang berbasis kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pendanaan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Penelitian dan pengabdian harus mampu menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan riil masyarakat. Di sinilah peran humaniora menjadi sangat penting,” tambahnya.

Melalui capaian ini, FIB Unand menegaskan komitmennya dalam mendorong produktivitas riset, memperluas kontribusi keilmuan, serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan masyarakat berbasis pengetahuan.

FIB Unand dan Bundo Kanduang Kabupaten Agam Gelar Simposium Perempuan Minangkabau, Dorong Peran Strategis Perempuan

Gambar 1. Para pemateri Simposium Perempuan Minangkabau di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) melalui Departemen Ilmu Sejarah menyelenggarakan kegiatan Simposium Perempuan Minangkabau bekerja sama dengan Bundo Kanduang se-Kabupaten Agam pada Senin, 20 April 2026 di Ruang Seminar FIB Unand. Kegiatan ini mengusung tema “Langkah Kecil, Perubahan Besar untuk Perempuan Minangkabau” sebagai upaya memperkuat peran perempuan dalam dinamika sosial dan budaya Minangkabau.

Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan FIB Unand, yaitu Dekan FIB Unand Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., serta Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A., bersama civitas academica dan perwakilan organisasi perempuan adat.

Simposium ini menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya, antara lain Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, Dr. Zulgaiyyim, M.Hum. selaku Ketua Departemen Ilmu Sejarah, Prof. Dr. Phil. Gusti Asnan, Dr. Satya Gayatri, M.Hum., Dr. Midawati, M.Hum., serta Ketua Bundo Kanduang Kabupaten Agam Asnitha Thamrin, S.Sos.

Secara konseptual, kegiatan ini menjadi ruang dialog antara akademisi dan pemangku adat dalam membahas posisi, peran, serta tantangan perempuan Minangkabau di tengah perubahan sosial. Diskusi yang berlangsung menyoroti pentingnya penguatan nilai-nilai matrilineal, pendidikan perempuan, serta kontribusi perempuan dalam pembangunan sosial dan budaya.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perempuan Minangkabau memiliki posisi strategis yang perlu terus diperkuat melalui pendekatan akademik dan budaya. “Perempuan Minangkabau bukan hanya penjaga nilai, tetapi juga agen perubahan. Melalui forum ini, kita ingin menghadirkan ruang refleksi sekaligus penguatan peran perempuan dalam konteks kekinian,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Sementara itu, Ketua Bundo Kanduang Kabupaten Agam, Asnitha Thamrin, S.Sos., menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga adat dan perguruan tinggi dalam menjaga keberlanjutan nilai budaya. “Sinergi antara adat dan akademisi sangat penting agar nilai-nilai perempuan Minangkabau tetap relevan dan mampu menjawab tantangan zaman,” ungkapnya.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga 13.00 WIB ini juga diisi dengan diskusi interaktif yang melibatkan peserta dari kalangan dosen, mahasiswa, serta organisasi perempuan. Diskusi tersebut menjadi wadah berbagi perspektif sekaligus merumuskan langkah strategis dalam pemberdayaan perempuan berbasis budaya lokal.

Melalui kegiatan ini, FIB Unand menegaskan komitmennya dalam mengembangkan kajian humaniora yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan lembaga adat diharapkan dapat memperkuat posisi perempuan sebagai pilar utama dalam menjaga dan mengembangkan budaya Minangkabau.

Gambar 2. Sambutan Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. kepada Bundo Kandung Kabupaten Agam

Gambar 3. Bundo Kandung Kabupaten Agam

Pimpinan FIB Unand Gelar Pertemuan Bersama Ormawa untuk Evaluasi dan Penguatan Kebijakan

Gambar 1. Dialog Ormawa dengan Pimpinan FIB Unand dalam rangka evaluasi dan penguatan kebijakan

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) menyelenggarakan pertemuan antara pimpinan fakultas dan organisasi mahasiswa (Ormawa) pada Jumat, 17 April 2026, bertempat di Ruang Sidang FIB Unand. Kegiatan ini menjadi ruang dialog strategis dalam rangka evaluasi kegiatan kemahasiswaan serta pembahasan kebijakan fakultas terkait dukungan terhadap aktivitas organisasi mahasiswa.

Pertemuan ini dihadiri oleh Dekan FIB Unand Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A., serta pimpinan lainnya di lingkungan FIB Unand. Dari unsur mahasiswa, kegiatan diikuti oleh perwakilan organisasi kemahasiswaan yang aktif di lingkungan fakultas.

Secara umum, pertemuan ini membahas evaluasi pelaksanaan program kerja Ormawa, efektivitas kegiatan kemahasiswaan, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Selain itu, forum ini juga menjadi ruang untuk menyampaikan kebijakan dan regulasi terbaru dari fakultas, khususnya terkait mekanisme dukungan dana kegiatan, tata kelola administrasi, serta penguatan peran organisasi mahasiswa dalam mendukung atmosfer akademik.

Dalam sambutannya, Dekan FIB Unand menegaskan bahwa organisasi mahasiswa merupakan bagian penting dari ekosistem akademik yang berperan dalam pengembangan soft skills, kepemimpinan, serta kreativitas mahasiswa. “Ormawa tidak hanya menjadi wadah kegiatan mahasiswa, tetapi juga ruang pembelajaran kepemimpinan dan tanggung jawab. Oleh karena itu, perlu adanya sinergi yang kuat antara fakultas dan mahasiswa dalam menjalankan program kerja,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa fakultas berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan mahasiswa, baik dalam bentuk kebijakan maupun fasilitasi sumber daya, dengan tetap memperhatikan prinsip akuntabilitas dan tata kelola yang baik. “Fakultas akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan Ormawa, namun harus diiringi dengan perencanaan yang matang, transparansi, serta pertanggungjawaban yang jelas,” tambahnya.

Wakil Dekan I, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., menekankan pentingnya keselarasan antara kegiatan Ormawa dengan visi akademik fakultas. “Kegiatan kemahasiswaan perlu dirancang agar sejalan dengan penguatan akademik dan pengembangan kompetensi mahasiswa,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Dekan II, Alex Darmawan, S.S., M.A., menyoroti aspek administrasi dan pengelolaan kegiatan, terutama terkait penggunaan dana dan pelaporan. “Tata kelola administrasi yang baik menjadi kunci agar kegiatan mahasiswa dapat berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi, perwakilan Ormawa juga menyampaikan berbagai masukan, termasuk kebutuhan dukungan fasilitas, fleksibilitas dalam pelaksanaan kegiatan, serta penguatan komunikasi antara mahasiswa dan pihak fakultas.

Pertemuan berlangsung secara dialogis dan terbuka, mencerminkan komitmen bersama dalam membangun lingkungan akademik yang partisipatif dan kolaboratif. Forum ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat hubungan antara pimpinan fakultas dan organisasi mahasiswa, serta meningkatkan kualitas kegiatan kemahasiswaan di lingkungan FIB Unand.

Melalui kegiatan ini, FIB Unand menegaskan komitmennya dalam menciptakan sinergi antara kebijakan institusi dan dinamika mahasiswa, sehingga tercipta ekosistem akademik yang produktif, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh.

Gambar 2. Foto bersama antara Ormawa dan Pimpinan FIB Unand

FIB Unand Gelar Ngopi “Ngobrol Pagi” untuk Penguatan Kesehatan Mental Dosen dan Tendik

Gambar 1. Dr. Rozi Sastra Purna, S.Psi., M.Psi., narasumber kegiatan Ngobrol Pagi di FIB Unand

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) menyelenggarakan kegiatan Ngopi (Ngobrol Pagi) bersama dosen dan tenaga kependidikan pada Jumat, 17 April 2026, bertempat di Ruang Seminar FIB Unand. Kegiatan ini mengangkat tema “Bahagia menjadi Dosen dan Tendik FIB: Mengajar dengan Senyum, Melayani dengan Sepenuh Hati” sebagai upaya membangun suasana kerja yang sehat, produktif, dan bermakna.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, dan dihadiri oleh Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., serta Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A., bersama seluruh dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan FIB Unand.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Rozi Sastra Purna, S.Psi., M.Psi., yang menyampaikan materi secara interaktif terkait kebahagiaan dalam bekerja, pengelolaan stres, serta pentingnya keseimbangan antara peran profesional dan kondisi psikologis individu.

Salah satu sesi penting dalam kegiatan ini adalah pengukuran tingkat stres peserta, yang memberikan gambaran awal mengenai kondisi psikologis dosen dan tenaga kependidikan. Hasil tersebut kemudian menjadi dasar dalam pembahasan strategi penanganan stres secara praktis dan aplikatif.

Dalam sambutannya, Dekan FIB Unand menegaskan pentingnya kesehatan mental sebagai bagian dari kualitas kinerja institusi. “Kualitas pembelajaran dan pelayanan tidak hanya ditentukan oleh kompetensi, tetapi juga oleh kondisi psikologis yang sehat. Dosen dan tenaga kependidikan perlu memiliki ruang refleksi agar dapat menjalankan peran dengan lebih optimal,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kegiatan seperti Ngopi menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang humanis dan suportif di lingkungan FIB Unand. “Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga membangun empati, kebersamaan, dan semangat kerja yang positif,” tambahnya.

Sementara itu, narasumber Dr. Rozi Sastra Purna, S.Psi., M.Psi. menyampaikan bahwa pengelolaan stres merupakan keterampilan penting dalam dunia kerja modern. “Stres tidak selalu negatif, tetapi perlu dikelola dengan baik. Dengan memahami diri dan lingkungan kerja, individu dapat menjaga keseimbangan emosional serta meningkatkan produktivitas,” jelasnya.

Kegiatan berlangsung secara dialogis dengan sesi tanya jawab yang aktif, menunjukkan antusiasme peserta dalam mendalami materi yang disampaikan. Interaksi ini menjadi indikator bahwa isu kesehatan mental dan kebahagiaan kerja semakin relevan dalam lingkungan akademik.

Melalui kegiatan Ngopi ini, FIB Unand menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya berorientasi pada kinerja, tetapi juga pada kesejahteraan psikologis civitas academica. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan budaya kerja yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

Gambar 2. Foto bersama dosen dan tendik di acara Ngobrol Pagi FIB Unand